Jembatan Penghubung RT 05-RT 06 Kampung Manggala Miring, DPRD Barito Utara Dorong Penanganan Darurat

Jembatan Penghubung RT 05-RT 06 Kampung Manggala Miring, DPRD Barito Utara Dorong Penanganan Darurat
Anggota DPRD Barito Utara Hj Nety Herawati

Muara Teweh, berita4terkini.com – Kondisi jembatan yang menghubungkan RT 05 dan RT 06 di Kampung Manggala, Kelurahan Jambu, Kecamatan Teweh Baru, Kabupaten Barito Utara, kian mengkhawatirkan. Jembatan yang mulai mengalami kemiringan tersebut menjadi perhatian karena merupakan salah satu akses yang digunakan warga dalam aktivitas sehari-hari.

Anggota DPRD Kabupaten Barito Utara dari Fraksi Partai NasDem, Hj. Nety Herawati, mengatakan persoalan kondisi jembatan tersebut telah berulang kali disampaikan kepada Pemerintah Daerah. Bahkan, aspirasi itu telah disuarakannya sejak awal dirinya menjabat sebagai anggota legislatif.

Kini, ada kabar baik. Penanganan darurat terhadap jembatan tersebut ditargetkan dapat direalisasikan melalui anggaran perubahan tahun 2026.

“Alhamdulillah, terkait jembatan yang berada di Desa Manggala, Kelurahan Jambu, sudah kita sampaikan kepada Pemerintah Daerah. Insya Allah tahun 2026 ini akan ada penanganan darurat. Bahkan dari periode pertama saya duduk di DPRD selalu saya sampaikan,” ujar Nety usai mengikuti rapat, Rabu (12/8/2026).

Menurut Ketua DPD Partai NasDem Barito Utara tersebut, pembangunan melalui anggaran perubahan 2026 diharapkan menjadi langkah cepat untuk mengendalikan kondisi jembatan sebelum nantinya dilakukan pembangunan secara permanen.

Baca Juga :  Ketua Komisi II DPRD Barut Imbau Dinas Terkait Antisipasi Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok Selama Ramadan dan Jelang Idul Fitri

“Mudah-mudahan di perubahan ini akan dibangun jembatan itu untuk pengendalian sementara, penanganan darurat,” katanya.

Netty menegaskan, kondisi jembatan yang sudah mengalami kemiringan tidak dapat dibiarkan terlalu lama. Meskipun penanganan pada 2026 belum bersifat permanen, langkah tersebut dinilai penting untuk mengurangi risiko keselamatan bagi masyarakat yang setiap hari menggunakan akses tersebut.

“Memang posisi jembatan sudah miring. Jadi di perubahan 2026 ini akan dibangun walaupun sifatnya belum permanen. Insya Allah 2027 akan dibangun permanen dan sudah kami sampaikan kepada pihak pemerintah,” jelasnya.

Ia berharap penanganan darurat yang dilakukan tahun ini menjadi tahap awal menuju pembangunan jembatan secara permanen pada 2027. Dengan demikian, masyarakat di sekitar Kampung Manggala dapat memiliki akses yang lebih aman, layak, dan dapat digunakan dalam jangka panjang.

Sembari menunggu realisasi penanganan, Nety mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan ketika melintasi jembatan tersebut. Imbauan terutama ditujukan kepada pengendara kendaraan roda dua maupun roda empat mengingat kondisi jembatan yang mulai miring.

“Untuk warga yang melintas, kami mengimbau agar selalu berhati-hati, baik pengendara roda dua maupun roda empat,” tutupnya. (Ra)