Pantau Karhutla di Barsel, Gubernur Pastikan Penanganan Terus Berlanjut

BUNTOK, Berita4terkini.com – Sejumlah titik panas (hotspot) yang terpantau di Kabupaten Barito Selatan (Barsel) berhasil ditangani tim gabungan setelah dilakukan pengecekan langsung ke lapangan. Penanganan karhutla tersebut turut dipantau Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran saat meninjau sejumlah lokasi di wilayah Barsel, Minggu (20/9/2026).
Karhutla menjadi perhatian karena luasan hutan dan lahan yang terbakar di Barsel hingga pertengahan September 2026 dilaporkan telah mendekati 700 hektare.
Kapolres Barsel AKBP Eko Mardianto mengungkapkan, langkah penanganan dilakukan setelah sistem pemantauan melalui aplikasi Sipongi menunjukkan sejumlah hotspot dengan koordinat yang berdekatan di wilayah Kecamatan Dusun Selatan.
Menindaklanjuti informasi tersebut, personel gabungan langsung melakukan ground check untuk memastikan kondisi sebenarnya di lapangan.
“Tim langsung melakukan ground check untuk memastikan kondisi di lapangan, kemudian dilanjutkan dengan pemadaman dan pendinginan,” ujar Eko.
Operasi berlangsung selama tujuh jam, mulai pukul 12.00 hingga 19.00 WIB. Petugas menyisir sejumlah kawasan yang menjadi titik penanganan, yakni Jalan Raya Buntok-Palangka Raya kawasan Tugu Perbatasan Kapuas, Pondok Cinta Desa Madara, serta kawasan Masimpun Letter S, Desa Kalahien, Kecamatan Dusun Selatan.
Gubernur Agustiar Sabran turut melihat secara langsung kondisi wilayah terdampak dan proses penanganan yang dilakukan di lapangan. Kehadiran Gubernur menjadi bagian dari pemantauan untuk memastikan upaya penanganan karhutla tetap berjalan.
Dalam operasi tersebut, sejumlah unsur terlibat, di antaranya Polres Barsel, Polsek Dusun Selatan, Kodim 1012 Buntok, BPBD, Satpol PP, Damkar, Dinas Kesehatan, Manggala Agni dan Dinas Perhubungan.
Untuk mendukung proses pemadaman, petugas mengerahkan water cannon Polres Barsel serta berbagai peralatan pemadaman milik BPBD dan instansi terkait.
Menurut Eko, penanganan yang dilakukan merupakan tindak lanjut dari kebakaran yang terjadi sehari sebelumnya. Tidak hanya memadamkan api, petugas juga melakukan pendinginan di lokasi untuk memastikan bara yang masih tersisa tidak kembali menjadi sumber api.
“Pendinginan menjadi tahap penting setelah pemadaman, sehingga potensi munculnya kembali api dari bara yang masih tersisa dapat ditekan,” jelasnya.
Hasil operasi menunjukkan seluruh hotspot yang telah dilakukan ground check berhasil ditangani. Api telah padam dan kondisi kawasan yang ditangani dinyatakan aman serta kondusif.
“Seluruh titik yang kami lakukan ground check sudah ditangani. Saat ini kondisi di lokasi aman dan kondusif,” pungkas Eko.
Meski titik-titik tersebut telah berhasil ditangani, pemantauan terhadap kawasan rawan tetap dilanjutkan. Langkah ini dilakukan sebagai upaya deteksi dini terhadap kemungkinan munculnya titik api baru, terutama di tengah kondisi kemarau dan keterbatasan sumber air di sejumlah lokasi. (MA/MMC/Foto : Ist)







