Nakes Belum Merata, DPRD Kalteng Dorong Penataan dan Insentif untuk Daerah Terpencil

Palangka Raya, berita4terkini.com — Akses terhadap layanan kesehatan yang berkualitas tidak semestinya ditentukan oleh lokasi tempat tinggal. Namun, pemerataan tenaga kesehatan (nakes) di Kalimantan Tengah masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu mendapat perhatian serius.
Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Tengah, Wengga Febri Dwi Tananda, menilai pemerataan tenaga kesehatan merupakan salah satu kunci untuk memastikan masyarakat di seluruh wilayah Kalteng mendapatkan pelayanan kesehatan secara optimal.
“Setiap masyarakat berhak mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik tanpa memandang lokasi tempat tinggalnya. Karena itu, pemerataan tenaga kesehatan perlu menjadi perhatian bersama,” ujar Wengga, Selasa (23/6/2026).
Menurutnya, masih terdapat sejumlah daerah yang membutuhkan tambahan tenaga kesehatan untuk menopang pelayanan di fasilitas kesehatan setempat. Kondisi tersebut, kata dia, perlu direspons dengan evaluasi terhadap pola penempatan nakes agar distribusinya benar-benar sesuai dengan kebutuhan masing-masing wilayah.
“Oleh sebab itu, pemerintah daerah diharapkan dapat terus melakukan evaluasi terhadap sistem penempatan tenaga kesehatan agar kebutuhan di setiap wilayah dapat terpenuhi,” katanya.
Wengga juga mendorong penguatan koordinasi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Menurutnya, persoalan kekurangan tenaga medis di sejumlah daerah tidak dapat diselesaikan secara parsial, melainkan membutuhkan kebijakan yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Di sisi lain, perhatian terhadap tenaga kesehatan yang bersedia bertugas di wilayah terpencil juga dinilai penting. Pemberian insentif serta dukungan yang memadai diperlukan sebagai bentuk penghargaan sekaligus untuk mendorong lebih banyak nakes bersedia mengabdi di daerah yang aksesnya masih terbatas.
“Pemberian insentif dan dukungan bagi tenaga kesehatan yang bertugas di wilayah terpencil juga perlu terus diperhatikan sebagai bentuk apresiasi sekaligus upaya meningkatkan pemerataan layanan kesehatan,” ungkapnya.
Ia menegaskan, pemerataan tenaga kesehatan bukan sekadar persoalan jumlah, tetapi juga menyangkut keadilan akses masyarakat terhadap layanan dasar. Dengan distribusi nakes yang lebih proporsional, kualitas pelayanan kesehatan di berbagai wilayah diharapkan tidak lagi timpang.
“Selain itu, berharap upaya pemerataan tenaga kesehatan dapat terus ditingkatkan sehingga pelayanan kesehatan di Kalimantan Tengah semakin baik dan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat,” pungkas Wengga. (MA)







