Kejar Target 500 RDTR, ATR/BPN Gandeng 38 Kampus

Jakarta, Berita4terkini.com – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menggandeng 38 perguruan tinggi untuk mempercepat penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR). Kolaborasi ini ditargetkan menghasilkan 145 RDTR di 18 provinsi.
Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN Ossy Dermawan mengatakan keterlibatan perguruan tinggi diperlukan untuk memperluas kapasitas penyusunan RDTR.
“Kita membutuhkan kapasitas yang lebih luas dalam menghadapi kebutuhan penyelesaian RDTR, termasuk melalui kapasitas akademik yang dimiliki oleh perguruan tinggi,” kata Ossy dalam Rapat Koordinasi Pelaksanaan Penyusunan RDTR Tahun 2026 melalui Kerja Sama dengan Perguruan Tinggi di Kementerian ATR/BPN, Jakarta, Kamis (10/9/2026).
Kerja sama dengan perguruan tinggi tersebut mencakup 62 paket dengan volume 145 RDTR. Penyusunan RDTR akan dilakukan di 18 provinsi.
Beberapa wilayah yang menjadi konsentrasi penyusunan RDTR melalui kerja sama ini antara lain Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Tenggara, dan Jawa Barat.
Sementara itu, pemerintah menargetkan penyelesaian 1.703 RDTR dalam periode 2026-2028. Khusus pada 2026, target yang ditetapkan sebanyak 500 RDTR.
Ossy mengatakan percepatan penyusunan RDTR juga berkaitan erat dengan kemudahan proses perizinan berusaha.
Berdasarkan data per 8 September 2026, sebanyak 572 RDTR telah terintegrasi dengan sistem Online Single Submission (OSS).
Integrasi tersebut telah mendukung penerbitan 751.364 konfirmasi Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR) pada Agustus 2026.
“Semakin banyak RDTR yang terintegrasi dengan OSS, maka akan semakin besar peluang proses perizinan berusaha menjadi lebih cepat,” ujarnya.
Menurut Ossy, semakin cepat RDTR diselesaikan dan diintegrasikan dengan OSS, semakin besar pula dampaknya terhadap penerbitan KKPR dan kemudahan perizinan berusaha.
“Apabila upaya kita untuk mempercepat RDTR ini kita lakukan, akan semakin meningkatkan secara eksponensial terhadap penerbitan KKPR dan kemudahan izin berusaha di negara kita,” katanya.
Direktur Jenderal Tata Ruang Kementerian ATR/BPN Suyus Windayana mengatakan pihaknya sebelumnya telah mengirimkan permintaan kesediaan kepada 40 perguruan tinggi.
Dari jumlah tersebut, 38 perguruan tinggi telah menyatakan kesediaannya untuk terlibat. Rinciannya yakni 20 perguruan tinggi negeri (PTN) dan 18 perguruan tinggi swasta (PTS).
“Kami telah mengirimkan total permintaan kesediaan kepada 40 perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta. Total perguruan tinggi yang telah menyampaikan kesediaan kembali adalah total 38, dengan rincian 20 PTN dan 18 PTS yang tersebar di seluruh Indonesia,” jelas Suyus.
Setelah tahap kesediaan, Kementerian ATR/BPN akan membentuk tim pelaksana. Tim tersebut nantinya akan diisi para ahli untuk mendukung proses penyusunan RDTR.
Rapat koordinasi tersebut turut diikuti perwakilan perguruan tinggi negeri dan swasta dari berbagai daerah di Indonesia secara daring.
Hadir secara langsung Staf Ahli Menteri Bidang Pengembangan Kawasan Dony Erwan, Sekretaris Direktorat Jenderal Tata Ruang Reny Windyawati, serta sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan jajaran Direktorat Jenderal Tata Ruang. (red/mr)







