Ini Kata Ketua MPC Pemuda Pancasila Kota Palangka Raya Terkait Karhutla

Palangka Raya, Berita4terkini.com – Kabut asap kembali menyelimuti sejumlah wilayah Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, seiring masih terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di beberapa titik.
Berbagai upaya penanganan telah dilakukan pemerintah bersama instansi terkait. Namun, kondisi tersebut dinilai perlu diatasi tidak hanya dengan memadamkan api, tetapi juga melalui langkah pencegahan dan penanganan akar persoalan karhutla.
Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kota Palangka Raya, Buss Valentino, mengatakan pemerintah perlu mengambil langkah yang lebih tegas dan menyeluruh untuk menekan potensi karhutla.
Hal itu disampaikan Buss saat dihubungi melalui pesan WhatsApp.
Menurut dia, penanganan karhutla tidak boleh hanya berfokus pada pemadaman ketika api sudah membesar. Pemerintah juga perlu memperkuat pencegahan sejak dini serta menindak pihak yang terbukti melakukan pembakaran lahan secara sengaja.
“Yang paling mendasar adalah pemerintah harus menyentuh akar masalahnya, bukan hanya memadamkan api ketika lahan sudah terbakar,” ujar Buss.
Buss menyampaikan setidaknya ada lima langkah strategis yang perlu diperkuat pemerintah dalam menghadapi karhutla.
1. Penegakan hukum tanpa pandang bulu
Buss menilai penegakan hukum harus menjadi salah satu langkah utama dalam mencegah karhutla berulang.
Menurutnya, faktor manusia, termasuk pembukaan lahan dengan cara membakar, perlu menjadi perhatian serius selain faktor cuaca dan kondisi lingkungan.
Ia mendorong agar setiap kasus pembakaran lahan yang disengaja diusut secara tuntas.
Lahan yang terbukti dibakar secara ilegal, kata dia, perlu disegel. Sementara perusahaan maupun pihak yang menjadi pemodal dan terbukti terlibat harus dikenai sanksi sesuai ketentuan hukum.
Buss juga menekankan agar penegakan hukum tidak hanya menyasar masyarakat kecil.
2. Perkuat pencegahan dan deteksi dini
Pencegahan dinilai lebih efektif dibandingkan menangani kebakaran setelah api meluas, khususnya di wilayah lahan gambut.
Buss mendorong pemerintah memaksimalkan teknologi modifikasi cuaca atau hujan buatan sejak kondisi kekeringan mulai meningkat.
Selain itu, pengelolaan tata air gambut juga perlu diperkuat. Salah satunya dengan memastikan sekat kanal atau canal blocking berfungsi optimal sehingga kondisi lahan gambut tetap basah dan tidak mudah terbakar.
3. Perkuat dukungan untuk petugas dan relawan
Buss mengatakan petugas di lapangan merupakan garda terdepan dalam penanganan karhutla.
Karena itu, pemerintah dinilai perlu memastikan ketersediaan anggaran, logistik, alat pelindung diri (APD), serta sarana pemadaman yang memadai.
Dukungan tersebut juga mencakup armada pemadam di darat dan bantuan udara seperti water bombing apabila kondisi membutuhkan.
“Tim di lapangan harus mendapat dukungan penuh agar mereka dapat bekerja secara maksimal,” katanya.
4. Libatkan masyarakat dan sediakan solusi pembukaan lahan
Buss menilai masyarakat lokal dan masyarakat adat tidak cukup hanya diberikan larangan untuk tidak membakar lahan.
Pemerintah, kata dia, perlu memberikan alternatif yang memungkinkan masyarakat membuka lahan tanpa menggunakan api.
Salah satu caranya dengan menyediakan dukungan peralatan mekanis, seperti alat berat atau bantuan untuk penerapan pembukaan lahan tanpa bakar (PLTB).
Dengan adanya solusi tersebut, masyarakat diharapkan tidak memilih metode pembukaan lahan dengan cara membakar karena dianggap lebih murah dan mudah.
5. Perkuat edukasi dan sinergi lintas sektor
Langkah pencegahan karhutla juga dinilai membutuhkan keterlibatan berbagai elemen masyarakat.
Buss mendorong pemerintah menggandeng organisasi kepemudaan, organisasi kemasyarakatan, tokoh masyarakat, serta kelompok masyarakat peduli api untuk melakukan sosialisasi dan patroli edukatif di kawasan rawan karhutla.
Menurutnya, kolaborasi di tingkat tapak penting agar upaya pencegahan tidak hanya dilakukan ketika kebakaran telah terjadi.
Buss menegaskan, karhutla bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga menyangkut keselamatan masyarakat, kesehatan akibat paparan asap, serta stabilitas ekonomi daerah.
Ia menyatakan Pemuda Pancasila Kota Palangka Raya siap bersinergi dengan pemerintah dan berbagai pihak dalam upaya pencegahan serta penanganan karhutla.
“Pemuda Pancasila siap bersinergi dan menjadi garda terdepan untuk mendukung langkah tegas pemerintah demi menjaga bumi kita,” ujar Buss. (red/MR)







