Wakil Ketua Komisi III DPRD Kalteng Sampaikan Duka Mendalam Gugurnya 3 Polisi Berantas Narkoba di Katingan

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kalteng Sampaikan Duka Mendalam Gugurnya 3 Polisi Berantas Narkoba di Katingan
Wakil Ketua Komisi III DPRD Kalimantan Tengah, Tomy Irawan Diran

Palangka Raya, berita4terkini.com – Perang melawan narkoba kembali memakan korban. Tiga anggota kepolisian di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, gugur saat menjalankan tugas memberantas peredaran narkotika yang terus meresahkan masyarakat.

Duka atas gugurnya ketiga personel tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi III DPRD Kalimantan Tengah, Tomy Irawan Diran. Ia menilai pengorbanan para anggota kepolisian itu menjadi pengingat bahwa pemberantasan narkoba bukan hanya tanggung jawab aparat penegak hukum, melainkan tugas bersama seluruh elemen masyarakat.

“Ini menjadi duka kita bersama. Mereka gugur saat menjalankan tugas untuk memberantas peredaran narkoba yang sampai saat ini masih sangat meresahkan masyarakat,” ujar Tomy kepada awak media di Gedung Komisi DPRD Kalteng, Selasa siang (14/7/2026).

Menurut Tomy, tiga anggota polisi tersebut layak dikenang sebagai pahlawan. Mereka gugur ketika berada di garis depan dalam menghadapi jaringan peredaran barang terlarang yang menjadi salah satu ancaman serius bagi masyarakat Katingan maupun Kalimantan Tengah secara luas.

“Mereka yang gugur di lapangan layak kita jadikan sebagai pahlawan. Mereka gugur di medan perang dalam upaya memberantas peredaran narkoba di Katingan dan Kalimantan Tengah,” tegasnya.

Tomy menilai peristiwa tersebut seharusnya tidak berhenti sebagai kabar duka. Gugurnya para personel kepolisian harus menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara aparat penegak hukum, pemerintah daerah dan masyarakat dalam memutus mata rantai peredaran narkoba.

Baca Juga :  Kunker ke Kotim, Komisi II DPRD Kalteng Soroti Hak Adat dan Ketahanan Pangan

Sebab, menurut dia, aparat tidak mungkin bekerja sendiri menghadapi persoalan narkoba yang semakin kompleks.

“Pemberantasan narkoba harus dilakukan dengan sinergi semua pihak. Bukan hanya aparat penegak hukum, tetapi seluruh elemen masyarakat harus ikut mengambil peran,” katanya.

Ia pun mengajak masyarakat untuk tidak menutup mata apabila menemukan aktivitas yang mencurigakan di lingkungan sekitar. Informasi dari masyarakat, kata Tomy, dapat menjadi salah satu pintu penting bagi aparat untuk mengungkap dan menghentikan peredaran narkoba.

Tomy meminta masyarakat berani melaporkan setiap aktivitas yang diduga berkaitan dengan peredaran narkotika kepada pihak berwenang.

“Kalau ada aktivitas mencurigakan yang mengarah pada peredaran narkoba di lingkungan sekitar, jangan diam. Laporkan kepada aparat agar bisa segera ditindaklanjuti,” ujarnya.

Bagi Tomy, gugurnya tiga personel kepolisian di Katingan harus menjadi alarm bagi semua pihak. Perang melawan narkoba membutuhkan keberanian aparat di lapangan sekaligus kepedulian masyarakat di lingkungan masing-masing.

Pengorbanan tiga anggota kepolisian tersebut, menurutnya, jangan sampai menjadi sia-sia. Semangat untuk memutus peredaran narkoba harus terus dilanjutkan secara bersama-sama. (MA)