Tomy Irawan Diran Ingatkan MPLS di Kalteng Jangan Berubah Jadi Ajang Perpeloncoan

Tomy Irawan Diran Ingatkan MPLS di Kalteng Jangan Berubah Jadi Ajang Perpeloncoan
Wakil Ketua Komisi III DPRD Kalimantan Tengah, Tomy Irawan Diran

Palangka Raya, berita4terkini.com – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) seharusnya menjadi pintu pertama bagi peserta didik untuk mengenal lingkungan pendidikan barunya. Bukan justru menjadi ruang untuk perpeloncoan yang berujung pada tindakan bullying.

Pesan tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi III DPRD Kalimantan Tengah, Tomy Irawan Diran, kepada awak media di Gedung Komisi DPRD Kalteng, Selasa siang (14/7/2026).

Tomy mengajak seluruh pihak sekolah di Kalimantan Tengah yang tengah melaksanakan MPLS agar menjadikan kegiatan tersebut sebagai momentum yang edukatif, menyenangkan, sekaligus memberikan pengalaman positif bagi para siswa baru.

Menurutnya, MPLS, baik bagi peserta didik tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) maupun jenjang SLTA/sederajat, semestinya diisi dengan kegiatan yang membantu siswa memahami lingkungan pendidikan yang akan mereka jalani.

“Jadikan MPLS sebagai momentum bagi peserta didik untuk mengenal lingkungan pendidikan barunya,” ujar Tomy.

Politikus Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) itu menilai, siswa baru perlu mendapatkan gambaran yang jelas mengenai berbagai aktivitas, aturan, budaya sekolah, hingga proses pembelajaran yang akan mereka hadapi selama menempuh pendidikan di jenjang yang baru.

Baca Juga :  Dewan Dorong Peran Orang Tua Agar Aktif Kembangkan Minat Baca pada Anak

Karena itu, kata Tomy, kegiatan pengenalan sekolah harus dikemas secara edukatif dan mampu membuka wawasan siswa. Jangan sampai MPLS justru identik dengan aktivitas fisik yang berlebihan atau kegiatan yang mengarah pada perpeloncoan.

“Sudah sepantasnya masa pengenalan lingkungan sekolah tidak mengarah kepada kegiatan fisik, apalagi perpeloncoan yang ujungnya bisa menjadi tindakan bullying,” tegasnya.

Tomy berharap seluruh rangkaian MPLS sejak hari pertama hingga kegiatan berakhir dapat berlangsung tertib, aman, dan nyaman. Ia juga meminta sekolah memastikan peserta didik baru dapat mengikuti setiap kegiatan tanpa tekanan yang berlebihan.

Baginya, pengalaman pertama siswa memasuki lingkungan pendidikan baru akan ikut membentuk kesan mereka terhadap sekolah. Karena itu, MPLS seharusnya menjadi awal yang positif untuk membangun rasa percaya diri, mengenalkan lingkungan sekolah, sekaligus menumbuhkan semangat belajar.

“Harapannya, murid baru dapat mengikuti seluruh kegiatan dengan nyaman dan memperoleh ilmu serta pengalaman baru dari sekolah,” pungkasnya. (MA)