Septedy Hadiri Apel Operasi Patuh Telabang 2026, Kecelakaan Lalu Lintas di Kalteng Naik 10,4 Persen

KUALA KAPUAS, Berita4terkini.com – Staf Ahli Bupati Kapuas Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan (EKP), Drs. Septedy, M.Si., mewakili Bupati Kapuas menghadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Telabang 2026 di Polres Kapuas, Senin (26/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap aturan lalu lintas sekaligus menekan angka kecelakaan di jalan raya.
Operasi Patuh Telabang 2026 mengusung tema “Polisi Bersama Masyarakat Mewujudkan Lalu Lintas yang Tertib, Aman, dan Berkeselamatan.” Apel tersebut digelar untuk memastikan kesiapan personel dan mendukung kelancaran pelaksanaan operasi.
Kegiatan ini turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Kapuas, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kapuas, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kapuas, serta unsur TNI-Polri dan instansi terkait lainnya.
Dalam amanat Kapolda Kalimantan Tengah, Irjen Pol. Iwan Kurniawan, S.I.K., M.Si., yang dibacakan Kapolres Kapuas, AKBP Rina Perwitasari, S.H., S.I.K., M.H., CPHR., CBA., disampaikan bahwa angka kecelakaan lalu lintas di Kalimantan Tengah mengalami peningkatan.
Berdasarkan data Integrated Road Safety Management System Polda Kalimantan Tengah, tercatat 920 kejadian kecelakaan lalu lintas selama Januari hingga September 2026. Jumlah tersebut meningkat 10,4 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025, yang mencatat 833 kejadian.
“Peningkatan angka kecelakaan tersebut menunjukkan pentingnya meningkatkan kesadaran dan kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas. Oleh karena itu, Operasi Patuh Telabang 2026 diharapkan mampu meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap peraturan lalu lintas serta menekan angka pelanggaran dan kecelakaan di jalan raya,” ungkapnya.
Kapolda Kalimantan Tengah juga menyoroti pentingnya peningkatan profesionalisme personel melalui optimalisasi penegakan hukum secara elektronik berbasis teknologi. Penerapan langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, meminimalkan potensi pelanggaran dan penyimpangan, serta memperkuat kepercayaan publik terhadap Polri, khususnya dalam bidang lalu lintas.
Selain penegakan hukum, personel yang terlibat dalam operasi diminta melakukan deteksi dini dan memetakan lokasi rawan kemacetan, pelanggaran lalu lintas, serta balap liar.
“Selain itu, seluruh personel yang terlibat dalam operasi diinstruksikan untuk melaksanakan deteksi dini dan pemetaan lokasi rawan kemacetan, pelanggaran, serta balap liar. Personel juga diminta mengedepankan pembinaan dan penyuluhan keselamatan berkendara, penegakan hukum yang tegas dan humanis, serta revitalisasi kawasan tertib lalu lintas,” jelasnya.
Sinergi lintas sektor juga menjadi perhatian dalam pelaksanaan operasi. Pemerintah daerah, Dinas Perhubungan, Jasa Raharja, TNI, dan Polri diharapkan terus memperkuat koordinasi untuk mendukung penanganan pascakecelakaan serta meningkatkan keselamatan pengguna jalan.
Di sisi lain, Polda Kalimantan Tengah mengingatkan seluruh personel agar tetap mengedepankan empati dan kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap. Pelaksanaan operasi harus menyesuaikan kondisi di lapangan dengan tetap mengutamakan pendekatan humanis dan pelayanan yang responsif.
Kehadiran Septedy dalam apel tersebut mencerminkan dukungan Pemerintah Kabupaten Kapuas terhadap upaya mewujudkan ketertiban dan keselamatan berlalu lintas. Partisipasi ini sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan instansi terkait.
Melalui Operasi Patuh Telabang 2026, kesadaran masyarakat untuk mematuhi peraturan lalu lintas diharapkan semakin meningkat. Dengan demikian, kondisi lalu lintas yang tertib, aman, lancar, dan berkeselamatan dapat terwujud, khususnya di wilayah Kabupaten Kapuas. (NN)







