Wabup Kapuas dan Agustin Teras Narang Bahas Kebutuhan 347 Sumur Bor untuk Penanganan Karhutla

Wabup Kapuas dan Agustin Teras Narang Bahas Kebutuhan 347 Sumur Bor untuk Penanganan Karhutla
Waki Bupati Kapuas Dodo, Menerima Kunjungan Kerja Anggota DPD RI Daerah Pemilihan Kalimantan Tengah, Agustin Teras Barang di Posko Induk Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Senin (19/10/2026).

KUALA KAPUAS, Berita4terkini.com – Pemerintah Kabupaten Kapuas terus memperkuat upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), salah satunya melalui rencana pembangunan sumur bor sebagai sumber air untuk mendukung pemadaman di wilayah rawan kebakaran.

Pembahasan tersebut mengemuka saat Wakil Bupati Kapuas, Dodo, menerima kunjungan kerja Anggota DPD RI Daerah Pemilihan Kalimantan Tengah, Agustin Teras Narang, di Posko Induk Karhutla Kabupaten Kapuas, Senin (19/10).

Dalam pertemuan itu, sejumlah hal menjadi perhatian, mulai dari kebutuhan sumber air, penentuan lokasi pembangunan sumur bor, hingga efisiensi penggunaan anggaran agar sarana yang dibangun benar-benar mendukung penanganan kebakaran.

Wakil Bupati Kapuas, Dodo, mengapresiasi arahan dan masukan Agustin Teras Narang, khususnya mengenai pentingnya kajian dan survei lokasi sebelum pembangunan sumur bor dilakukan.

“Dengan Arahan yang sangat bermanfaat, khususnya terkait rencana pengadaan beberapa titik sumber air melalui sumur bor, beliau selalu mengingatkan pentingnya efisiensi anggaran dan fungsi dari sarana tersebut. Kita berharap titik-titik yang dibangun benar-benar melalui kajian dan telaah yang mendalam serta mendalam, sehingga dapat berfungsi secara optimal dan anggaran yang terbatas bisa memberikan manfaat sebesar-besarnya,” ujar Wabup.

Dodo juga menyampaikan apresiasi kepada BPBD, Dinas PUPR, Manggala Agni, TNI, Polri, serta seluruh pihak yang telah bekerja maksimal dalam penanganan karhutla di Kabupaten Kapuas.

Ia berharap hujan segera turun sehingga kondisi di lapangan membaik dan ancaman kebakaran dapat berakhir. Selain itu, dukungan pemerintah pusat diharapkan terus diperkuat untuk membantu daerah menghadapi karhutla.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas, Usis I. Sangkai, mengungkapkan bahwa kebutuhan sumur bor untuk mendukung penanganan karhutla diperkirakan mencapai 347 titik.

Baca Juga :  Pj Bupati Erlin Hardi Kunjungi Warga Perumahan Kota Kapuas Baru

Meski demikian, realisasi pembangunan harus mempertimbangkan kemampuan anggaran daerah, kondisi geografis, kedalaman sumber air, serta ketersediaan tenaga pelaksana.

“Kita harus menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran yang ada di kabupaten. Kebutuhan sumur bor cukup banyak, tetapi biaya pembangunannya juga besar dan kondisi setiap lokasi berbeda. Oleh karena itu, diperlukan perencanaan yang tepat agar sarana yang dibangun benar-benar memberikan manfaat bagi penanganan karhutla,” jelasnya.

Usis juga berharap pemerintah pusat memberikan dukungan lebih besar untuk penanganan karhutla, terutama di wilayah yang rawan kebakaran, seperti Kecamatan Mantangai, Timpah, dan Pasak Talawang.

Dalam kesempatan tersebut, Agustin Teras Narang mengapresiasi langkah Pemkab Kapuas yang merencanakan pembangunan sumur bor untuk memperkuat ketersediaan sumber air di lokasi rawan kebakaran.

Menurutnya, keberhasilan program tersebut tidak cukup diukur dari banyaknya sumur bor yang dibangun. Penentuan lokasi dan manfaat sarana bagi upaya pemadaman, khususnya di kawasan gambut, juga harus menjadi pertimbangan utama.

“Yang kita kejar bukan sekadar jumlah titiknya, tetapi apakah titik tersebut benar-benar berada di wilayah yang memerlukan sumber udara untuk penanganan kebakaran. Oleh karena itu, pemetaan dan penentuan lokasi harus menjadi perhatian agar sarana yang dibangun tepat sasaran dan dapat dimanfaatkan secara optimal,” ungkapnya.

Usai mengunjungi Posko Induk Karhutla, Agustin Teras Narang melanjutkan kunjungan kerja ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Kapuas untuk membahas peningkatan kualitas pelayanan publik bagi masyarakat.

Melalui kunjungan tersebut, diharapkan sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat semakin kuat, baik dalam mempercepat penanganan karhutla, meningkatkan kesiapsiagaan, maupun melindungi masyarakat dan lingkungan di Kabupaten Kapuas. (NN)