DPRD Kalteng Dorong Pengawasan Pangan Diperkuat, Teknologi dan Sinergi Lintas Sektor Jadi Kunci

Palangka Raya, berita4terkini.com – Upaya memastikan pangan yang beredar di tengah masyarakat tetap aman dan berkualitas mendapat dukungan dari DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng). Ketua DPRD Kalteng, Arton S. Dohong, menegaskan pentingnya memperkuat sistem pengawasan keamanan pangan yang dilakukan Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah (OKKPD) Kalteng.
Menurut Arton, pengawasan keamanan pangan bukan sekadar memastikan produk layak dikonsumsi, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan, ketahanan pangan, dan kesejahteraan masyarakat.
“Keamanan pangan merupakan tanggung jawab bersama. Kami di DPRD Kalteng sangat mengapresiasi langkah konkret OKKPD yang terus memperkuat pengawasan dan memastikan pangan yang beredar di pasaran benar-benar aman dikonsumsi masyarakat,” ujar Arton, baru-baru ini.
Ia menilai distribusi pangan yang semakin luas perlu diimbangi dengan sistem pengawasan yang kuat dan mampu menjangkau berbagai wilayah. Pengawasan terhadap mutu serta keamanan bahan pangan, kata dia, harus dilakukan secara konsisten agar masyarakat memperoleh jaminan atas produk yang dikonsumsi.
“Pengawasan yang baik akan memberikan rasa aman kepada masyarakat sekaligus meningkatkan kepercayaan terhadap kualitas pangan yang beredar di daerah,” katanya.
Arton juga menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) yang berada di garis depan pengawasan. Menurutnya, kualitas pengawasan sangat ditentukan oleh kemampuan petugas dalam melakukan pemantauan, pemeriksaan, hingga merespons temuan di lapangan.
Karena itu, ia mendorong penguatan koordinasi antara OKKPD dengan Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian, serta instansi terkait lainnya. Sinergi lintas sektor dinilai menjadi fondasi penting agar pengawasan tidak berjalan sendiri-sendiri dan mampu memberikan hasil yang lebih optimal.
“Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar pengawasan keamanan pangan semakin efektif dan mampu menjangkau seluruh wilayah,” ungkapnya.
Selain memperkuat sumber daya manusia dan koordinasi antarinstansi, Arton mendorong pemanfaatan teknologi informasi dalam sistem pengawasan keamanan pangan. Menurutnya, penggunaan sistem pelaporan digital dapat membantu mempercepat penyampaian informasi sekaligus mendukung deteksi dini terhadap pangan yang berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat.
“Pemanfaatan teknologi akan membantu proses pengawasan menjadi lebih cepat, akurat, dan responsif terhadap berbagai potensi permasalahan pangan,” tuturnya.
Di sisi lain, Arton menekankan bahwa pengawasan keamanan pangan tidak sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemerintah. Masyarakat juga memiliki peran penting dengan menjadi konsumen yang lebih cermat ketika membeli produk pangan.
Ia mengimbau masyarakat memperhatikan label pada kemasan, masa kedaluwarsa, serta kondisi fisik produk sebelum membelinya. Jika menemukan produk pangan yang diduga bermasalah, masyarakat juga diminta segera melaporkannya kepada pihak berwenang.
“DPRD Kalteng akan terus mendukung upaya peningkatan keamanan pangan, karena ini menyangkut keselamatan generasi masa depan. Dengan pengawasan yang kuat dan kesadaran masyarakat yang tinggi, kita bisa memastikan pangan yang sehat, aman, dan berkualitas untuk semua,” tandas Arton. (red)







