Dorong Kemandirian BUMD, DPRD Kalteng Tekankan Inovasi dan Profesionalisme Pengelolaan

Palangka Raya, berita4terkini.com – Anggota Komisi I DPRD Kalimantan Tengah, Yohanes Freddy Ering, menekankan pentingnya peningkatan kinerja BUMD melalui inovasi dan pengelolaan yang profesional.
Menurutnya, penyertaan modal dari pemerintah daerah memang diperlukan sebagai langkah awal untuk memperkuat fondasi usaha. Namun, hal tersebut tidak cukup jika tidak diiringi dengan strategi bisnis yang matang dan pengelolaan yang kompeten.
“Modal dari APBD memang penting sebagai pondasi awal, tapi tanpa inovasi dan pengelolaan yang profesional, hasilnya tidak akan maksimal,” ujarnya, Kamis (28/5/2026).
Freddy menjelaskan, keberhasilan BUMD sangat ditentukan oleh kemampuan manajemen dalam membaca peluang dan menyusun strategi bisnis yang adaptif terhadap perkembangan ekonomi.
Ia menegaskan, BUMD harus berani melakukan terobosan dan langkah kreatif dalam mengembangkan potensi ekonomi lokal agar mampu berdiri secara mandiri.
“BUMD harus mampu berinovasi dan berani mengambil langkah kreatif untuk mengembangkan potensi daerah agar bisa mandiri,” katanya.
Lebih lanjut, Freddy menilai BUMD memiliki peran strategis sebagai motor penggerak ekonomi daerah, khususnya dalam sektor-sektor unggulan seperti jasa, pangan, dan energi.
Ia mencontohkan Bank Kalteng sebagai salah satu BUMD yang dinilai berhasil memberikan kontribusi signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Namun demikian, ia juga menyoroti masih adanya BUMD lain yang memerlukan pembenahan serius, seperti PT Jamkrida Kalteng dan PT Banama Tingang Makmur, agar kinerjanya dapat lebih optimal.
Menurutnya, penguatan BUMD harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pembenahan tata kelola perusahaan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga penetapan arah bisnis yang jelas dan terukur.
“Kalau hanya mengandalkan dana dari pemerintah tanpa perubahan sistem dan kompetensi, sulit bagi BUMD berkembang,” tegasnya.
Freddy juga mendorong pemerintah daerah untuk melakukan evaluasi rutin terhadap kinerja BUMD guna memastikan perusahaan tetap berada di jalur bisnis yang sehat, efisien, dan produktif.
“BUMD jangan hanya jadi beban APBD, tapi harus jadi motor ekonomi daerah yang efisien dan produktif,” pungkasnya. (MA)







