Dari Gerobak Buku ke Lapas, Inovasi Perpustakaan Kapuas Dapat Apresiasi DPRD Kalteng

Dari Gerobak Buku ke Lapas, Inovasi Perpustakaan Kapuas Dapat Apresiasi DPRD Kalteng
Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalimantan Tengah, Tomy Irawan Diran saat ditemui awak media

Palangka Raya, berita4terkini.com – Upaya meningkatkan budaya membaca di Kabupaten Kapuas tak berhenti di ruang perpustakaan. Buku justru didorong lebih dekat kepada masyarakat, bahkan hingga ke balik jeruji lembaga pemasyarakatan.

Terobosan tersebut mendapat apresiasi dari Wakil Ketua Komisi III DPRD Kalimantan Tengah, Tomy Irawan Diran, setelah Komisi III melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Kapuas beberapa waktu lalu.

Tomy menilai Pemerintah Kabupaten Kapuas bersama Dinas Kearsipan dan Perpustakaan telah menunjukkan langkah konkret untuk mendorong minat baca masyarakat agar terus tumbuh.

“Dinas Kearsipan dan Perpustakaan tidak hanya berfokus meningkatkan minat baca masyarakat dan pelajar. Narapidana di Lapas juga diberikan kesempatan untuk membaca,” ujar Tomy kepada awak media di halaman Kantor DPRD Kalimantan Tengah, Senin sore (27/7/2026).

Salah satu inovasi yang dinilai menarik adalah layanan buku keliling bagi warga binaan. Buku tidak hanya menunggu pembaca datang ke perpustakaan, tetapi justru dibawa menggunakan gerobak dan berkeliling dari sel ke sel.

Bagi Tomy, pendekatan semacam itu menunjukkan bahwa akses terhadap bahan bacaan tidak boleh dibatasi oleh ruang maupun status sosial seseorang.

Ia pun menilai berbagai terobosan tersebut menjadi salah satu alasan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Kapuas terus memperoleh prestasi serta apresiasi dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah.

Baca Juga :  DPRD Kalteng Gelar Rapat Paripurna ke-10 Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025

“Tidak heran jika Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Kapuas terus mendapatkan prestasi dan apresiasi. Ini menunjukkan adanya keseriusan dalam membangun semangat membaca masyarakat,” katanya.

Di tengah derasnya arus digitalisasi, Tomy melihat perkembangan teknologi justru dapat dimanfaatkan untuk memperluas gerakan gemar membaca, terutama di kalangan generasi muda.

Menurut legislator Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut, kebiasaan membaca kini tidak harus selalu dilakukan melalui buku dalam bentuk fisik. Perangkat seluler yang hampir selalu berada di tangan generasi muda dapat menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan berbagai bahan bacaan digital.

Karena itu, ia berharap inovasi yang dilakukan Kabupaten Kapuas dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Kalimantan Tengah.

Tomy mendorong dinas perpustakaan di seluruh kabupaten dan kota di Kalteng untuk terus mencari pola pelayanan yang kreatif dan mendekatkan buku kepada masyarakat.

“Harapannya, apa yang dilakukan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Kapuas ini bisa menjadi contoh bagi daerah lain, sehingga budaya gemar membaca terus berkembang di seluruh wilayah Kalimantan Tengah,” pungkasnya. (MA)