Brimob Berjuang Padamkan Karhutla di Tanjung Puting, Habitat Satwa Liar Jadi Perhatian

Pangkalan Bun, Berita4terkini.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP), Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, menjadi perhatian personel Kompi 3 Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Kalimantan Tengah.
Personel Brimob turun langsung ke lokasi untuk melakukan pemadaman, Kamis (23/10/2026). Upaya ini dilakukan guna mencegah api meluas sekaligus mengurangi dampak kebakaran terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Kawasan Taman Nasional Tanjung Puting merupakan wilayah konservasi yang menjadi habitat berbagai satwa liar. Karena itu, kebakaran di kawasan tersebut tidak hanya mengancam kelestarian hutan, tetapi juga berpotensi mengganggu kehidupan satwa yang bergantung pada ekosistem di dalamnya.
Dalam proses pemadaman, personel harus menghadapi kondisi medan dan vegetasi hutan yang menjadi tantangan tersendiri. Dengan menggunakan peralatan pemadam, mereka berupaya menjangkau titik-titik api sambil tetap memperhatikan keselamatan selama bertugas.
Komandan Kompi 3 Batalyon B Pelopor, AKP Devi Satriady, mengatakan bahwa keterlibatan personel dalam penanganan karhutla merupakan bentuk tanggung jawab untuk melindungi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian alam.
“Personel kami terus berupaya melakukan pemadaman di lokasi kebakaran dengan mengutamakan keselamatan dan bekerja secara maksimal. Kami juga berupaya mencegah api meluas agar dampak kebakaran dan asap dapat diminimalkan, terutama di kawasan konservasi yang menjadi habitat berbagai satwa liar,” ujar Devi.
Menurut dia, penanganan karhutla membutuhkan kesigapan serta kepedulian bersama. Selain mengancam kelestarian lingkungan, asap akibat kebakaran juga berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan bagi masyarakat di sekitar wilayah terdampak.
Devi pun mengingatkan masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan dengan tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan secara sembarangan.
Kebiasaan membakar lahan tanpa mempertimbangkan risiko dapat memicu kebakaran yang sulit dikendalikan dan berdampak luas. Kerusakan yang ditimbulkan juga dapat mengancam keseimbangan ekosistem serta habitat satwa liar.
Melalui upaya pemadaman tersebut, Kompi 3 Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Kalteng berharap kebakaran dapat dikendalikan dan dampaknya tidak semakin meluas.
Upaya ini sekaligus menjadi pengingat bahwa menjaga hutan bukan hanya tentang melindungi pepohonan, melainkan juga mempertahankan ruang hidup satwa liar dan lingkungan yang menopang kehidupan manusia. (red)







