Abdul Hafid Tegaskan Infrastruktur Kalteng Tak Boleh Lagi Dibangun Sekadar Tambal Sulam

Palangka Raya, berita4terkini.com – Infrastruktur bukan sekadar jalan, jembatan, atau jalur penghubung antardaerah. Di balik kualitas infrastruktur, ada pergerakan ekonomi, kelancaran aktivitas masyarakat, hingga daya saing sebuah daerah.
Karena itu, pembangunan infrastruktur harus ditempatkan sebagai salah satu prioritas utama pembangunan Kalimantan Tengah.
Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Tengah, Abdul Hafid, menegaskan hal tersebut, Minggu (28/6/2026). Menurutnya, infrastruktur yang berkualitas menjadi fondasi penting untuk mendorong kemajuan daerah sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.
“Infrastruktur yang baik akan menjadi penopang utama meningkatkan daya saing dan memperkuat aktivitas masyarakat. Karena itu, kualitasnya harus terus ditingkatkan agar menjawab kebutuhan yang terus berkembang,” ujar Hafid.
Ia menjelaskan, peran infrastruktur jauh lebih luas daripada sekadar menghubungkan satu wilayah dengan wilayah lainnya. Infrastruktur yang memadai menjadi urat nadi aktivitas ekonomi: memperlancar distribusi barang dan jasa, menekan biaya logistik, mendorong pertumbuhan sektor usaha, hingga membuka peluang investasi baru.
Namun, Hafid melihat pekerjaan rumah pembangunan infrastruktur di Kalteng masih cukup besar. Sejumlah wilayah masih membutuhkan peningkatan akses dan kualitas infrastruktur agar potensi ekonomi yang dimiliki dapat berkembang secara optimal.
Kondisi tersebut, menurutnya, harus dijawab dengan perencanaan pembangunan yang matang, berkelanjutan, dan tepat sasaran. Pembangunan tidak cukup hanya mengejar penyelesaian proyek, tetapi harus memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
“Ketika akses semakin baik, mobilitas masyarakat lancar, ekonomi bergerak lebih cepat, dan peluang investasi terbuka. Dampaknya langsung dirasakan masyarakat,” katanya.
Hafid pun mengingatkan agar pembangunan infrastruktur tidak dilakukan secara parsial maupun sekadar tambal sulam. Setiap pembangunan harus berangkat dari kebutuhan riil daerah, memiliki perencanaan yang jelas, serta mempertimbangkan keberlanjutan manfaatnya.
Dengan pendekatan tersebut, pembangunan infrastruktur di Kalteng diharapkan tidak hanya memperbaiki konektivitas, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi dan membuka ruang pertumbuhan baru bagi masyarakat di berbagai wilayah. (red)







