Polda Kalteng Kerahkan 573 Personel dalam Operasi Patuh Telabang 2026

Operasi ini bertujuan meningkatkan kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas sekaligus menekan angka kecelakaan di wilayah Kalimantan Tengah.
Operasi bertema “Polisi Bersama Masyarakat Mewujudkan Lalu Lintas yang Tertib, Aman, dan Berkeselamatan” tersebut dibuka oleh Wakapolda Kalteng Brigjen Pol Dr. Hendra Wirawan, yang mewakili Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan.
Pembukaan berlangsung di Lapangan Barigas Mapolda Kalteng, Senin (26/10/2026).
Hendra mengatakan, operasi tersebut tidak hanya berfokus pada penindakan pelanggaran, tetapi juga mendorong kesadaran masyarakat untuk mengutamakan keselamatan saat berkendara.
Sebanyak 573 personel gabungan dikerahkan dalam operasi ini. Jumlah tersebut terdiri dari 108 personel Polda Kalteng, 415 personel Polres jajaran, dan 50 personel dari pemangku kepentingan terkait.
“Targetnya menurunkan angka pelanggaran dan kecelakaan, mengurangi fatalitas, serta meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas,” kata Hendra.
Pelaksanaan Operasi Patuh Telabang 2026 menjadi perhatian di tengah meningkatnya angka kecelakaan lalu lintas di Kalimantan Tengah.
Berdasarkan data IRSMS Ditlantas Polda Kalteng, terdapat 920 kejadian kecelakaan lalu lintas selama Januari hingga September 2026.
Jumlah tersebut meningkat 10,4 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025, yang mencatat 833 kejadian.
Selain itu, jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas juga bertambah dari 207 orang menjadi 214 orang.
Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian kepolisian dalam meningkatkan keselamatan pengguna jalan.
Hendra mengatakan, operasi tahun ini juga mempertimbangkan kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berpotensi mengganggu jarak pandang pengendara.
Oleh karena itu, petugas akan mengedepankan pendekatan humanis, persuasif, dan empatik selama pelaksanaan operasi.
Direktur Lalu Lintas Polda Kalteng Kombes Pol Yusep mengatakan, pihaknya akan meningkatkan patroli secara maraton dan estafet, terutama di sejumlah jalur rawan kecelakaan.
Salah satu lokasi yang menjadi perhatian adalah jalur Trans Kalimantan yang terdampak kabut tebal.
Selain patroli, petugas juga akan memberikan edukasi keselamatan berkendara atau safety driving kepada komunitas pengguna jalan.
Menurut Yusep, kondisi kabut asap perlu diwaspadai karena jarak pandang yang terbatas dapat meningkatkan risiko kecelakaan. Pengendara juga berisiko mengalami kelelahan hingga microsleep, yakni kondisi tertidur singkat tanpa disadari.
“Kabut asap tidak menyebabkan lonjakan laka fatal, tapi jarak pandang terbatas bisa memicu kelelahan dan microsleep. Kewaspadaan harus ditingkatkan,” ujar Yusep.
Pengendara diimbau menyesuaikan kecepatan dengan kondisi jalan, menjaga jarak aman, serta beristirahat apabila mengalami kelelahan selama perjalanan.
Dalam Operasi Patuh Telabang 2026, polisi akan mengoptimalkan penegakan hukum melalui sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), baik kamera statis maupun perangkat bergerak.
Adapun sejumlah pelanggaran yang menjadi sasaran utama meliputi melawan arus, tidak menggunakan helm, balap liar, dan penggunaan knalpot yang tidak sesuai ketentuan atau knalpot brong.
Yusep menegaskan, keberhasilan operasi tidak hanya ditentukan oleh jumlah pelanggaran yang ditindak.
Menurut dia, hasil yang diharapkan adalah meningkatnya kepatuhan masyarakat terhadap aturan lalu lintas dan menurunnya angka kecelakaan.
“Keberhasilan operasi bukan dari banyaknya tilang, tapi dari turunnya angka kecelakaan dan meningkatnya kepatuhan masyarakat,” pungkasnya. (red)Â







