Pemprov Kalteng Apresiasi Gerak Cepat Karang Taruna Tangani Dampak Karhutla

Pemprov Kalteng Apresiasi Gerak Cepat Karang Taruna Tangani Dampak Karhutla

PALANGKA RAYA, berita4terkini.com — Di tengah ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih menghantui Kalimantan Tengah, Karang Taruna Provinsi Kalimantan Tengah mengambil langkah cepat dengan mendirikan Posko Satuan Tugas Sigap Bencana dan Rumah Oksigen di Kompleks Kelurahan Petuk Ketimpun, Kota Palangka Raya.

Posko tersebut resmi diresmikan pada Selasa (25/8/2026) dan diproyeksikan menjadi pusat koordinasi relawan sekaligus tempat layanan oksigen bagi masyarakat maupun petugas yang terdampak asap karhutla.

Kehadiran Rumah Oksigen menjadi salah satu perhatian utama. Fasilitas ini merupakan inisiatif Karang Taruna Kalteng untuk memberikan dukungan bagi warga dan relawan yang berada di wilayah terdampak buruknya kualitas udara akibat kebakaran.

Lurah Petuk Ketimpun, Berita Asih, S.Sos., mengatakan kondisi karhutla di wilayahnya membutuhkan perhatian serius. Karakteristik lahan gambut membuat kebakaran berpotensi meluas dan lebih sulit dikendalikan.

Berdasarkan laporan yang disampaikan, sekitar 44 persen wilayah Kelurahan Petuk Ketimpun terdampak kebakaran. Kondisi tersebut membuat keberadaan posko dan Rumah Oksigen dinilai penting, khususnya untuk mendukung masyarakat dan relawan yang berada di lapangan.

Berita Asih juga menyampaikan apresiasi kepada Karang Taruna Kalteng yang telah hadir membantu masyarakat dan relawan selama beberapa hari terakhir.

Ketua Karang Taruna Kalimantan Tengah, H. Chandra Ardinata, mengatakan pendirian posko merupakan bentuk kepedulian organisasi kepemudaan tersebut terhadap masyarakat dan relawan yang berada di garis depan penanganan karhutla.

Ia menjelaskan, tenda posko sebelumnya dipasang di pinggir jalan karena adanya rencana kunjungan Presiden. Namun, setelah berkoordinasi dan mendapat arahan dari BPBD Kalteng, lokasi posko kemudian disesuaikan agar lebih tepat dan dapat dimanfaatkan secara optimal.

“Terima kasih kepada Pemerintah Kelurahan Petuk Ketimpun yang telah memberikan tempat bagi kami untuk membuka posko relawan dan Rumah Oksigen,” ujar Chandra.

Menurutnya, tenda posko tersebut merupakan bantuan Ketua Umum Pengurus Nasional Karang Taruna, Budisatrio Djiwandono, sebagai bentuk dukungan terhadap penanganan karhutla di Kalimantan Tengah.

Chandra mengatakan keberadaan Rumah Oksigen merupakan salah satu inovasi awal Karang Taruna Kalteng dalam membantu masyarakat dan petugas yang terdampak asap akibat karhutla.

Baca Juga :  Gubernur Agustiar Sabran Sambut Kunjungan Kerja Satgas PKH di Provinsi Kalteng

“Rumah Oksigen ini merupakan salah satu inisiatif awal di Kalimantan Tengah. Kami berharap keberadaannya dapat membantu masyarakat dan para petugas di lapangan serta menjadi awal bagi pengembangan Rumah Oksigen di wilayah-wilayah lain yang membutuhkan,” katanya.

Karang Taruna Kalteng berharap konsep tersebut tidak hanya diterapkan di Petuk Ketimpun, tetapi dapat dikembangkan di daerah lain yang menghadapi kondisi serupa.

Organisasi tersebut juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran terhadap berbagai kegiatan sosial dan kebencanaan yang dilakukan Karang Taruna.

Dukungan kesehatan juga diberikan melalui Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah yang dipimpin dr. Miko, terutama untuk memastikan kebutuhan kesehatan di lapangan.

Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Provinsi Kalimantan Tengah, Anang Dirjo, memberikan apresiasi terhadap langkah Karang Taruna dalam merespons kondisi karhutla.

Menurutnya, Posko Satuan Tugas Sigap Bencana dan Rumah Oksigen menunjukkan bahwa pemuda dapat menjadi kekuatan sosial yang bergerak cepat ketika masyarakat menghadapi situasi darurat.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, kami memberikan apresiasi kepada Karang Taruna. Posko ini merupakan inisiatif yang sangat baik. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, sehingga diperlukan kolaborasi antara pemerintah, Karang Taruna, relawan dan masyarakat,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, sejumlah bantuan dari Gubernur Kalimantan Tengah juga diserahkan untuk mendukung kegiatan Karang Taruna. Bantuan tambahan, kata Anang, masih dalam tahap persiapan.

“Ini bukan akhir. Insyaallah akan ada dukungan berikutnya yang sedang dipersiapkan. Kami ingin Karang Taruna terus bergerak dan menjadi kekuatan sosial yang hadir di tengah masyarakat,” katanya.

Keberadaan posko dan Rumah Oksigen di Petuk Ketimpun sekaligus menjadi gambaran pentingnya kolaborasi dalam menghadapi karhutla. Pemerintah, organisasi kepemudaan, relawan dan masyarakat memiliki peran masing-masing dalam memberikan perlindungan dan bantuan kepada warga terdampak.

Dari Petuk Ketimpun, Karang Taruna Kalteng menunjukkan bahwa gerakan pemuda tidak berhenti pada kegiatan sosial biasa, tetapi dapat bergerak langsung ketika masyarakat menghadapi ancaman bencana. (MA)