Junaidi Soroti Lima Aspirasi Utama Warga Kalteng, Infrastruktur dan Ekonomi Jadi Perhatian

Palangka Raya, berita4terkini.com – Persoalan kebutuhan dasar masyarakat masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu mendapat perhatian serius pemerintah daerah. Hal itu terungkap dari berbagai aspirasi yang disampaikan warga dalam pelaksanaan reses anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng).
Wakil Ketua III DPRD Kalteng, Junaidi, mengatakan hasil reses menunjukkan masih terdapat sejumlah kebutuhan masyarakat yang belum sepenuhnya terpenuhi. Karena itu, aspirasi tersebut dinilai perlu ditindaklanjuti melalui kebijakan dan program pembangunan yang tepat sasaran.
“Kami sebagai wakil rakyat berkewajiban menyerap aspirasi masyarakat. Ada beberapa sektor yang kembali menjadi perhatian utama kami,” ujar Junaidi.
Menurutnya, pembangunan daerah tidak dapat dilakukan secara instan. Keterbatasan anggaran membuat pemerintah harus menyusun program berdasarkan kemampuan keuangan daerah sekaligus mempertimbangkan skala prioritas.
Meski demikian, Junaidi berharap keterbatasan anggaran tidak mengurangi keberpihakan pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat yang paling mendesak.
“Setiap program pembangunan harus benar-benar diarahkan pada persoalan yang paling dibutuhkan masyarakat agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal,” katanya.
Dari hasil penjaringan aspirasi selama reses, Junaidi menyebut sedikitnya terdapat lima sektor yang paling banyak disampaikan masyarakat. Kelimanya meliputi pendidikan, kesehatan, infrastruktur, perekonomian, serta seni, budaya dan keagamaan.
Dari sejumlah aspirasi tersebut, persoalan infrastruktur dan kondisi perekonomian menjadi dua isu yang paling dominan disampaikan masyarakat.
“Kita memahami anggaran yang tersedia tidak besar, namun masyarakat berharap pemerintah provinsi tetap dapat memaksimalkan potensi yang ada untuk perbaikan,” ungkapnya.
Junaidi yang juga menjabat sebagai Sekretaris DPD Partai Demokrat Kalteng itu menilai keterbatasan infrastruktur masih menjadi salah satu hambatan bagi masyarakat, terutama dalam menunjang mobilitas dan kelancaran distribusi barang di sejumlah wilayah.
Menurut dia, peningkatan kualitas jalan serta fasilitas publik lainnya perlu terus ditempatkan sebagai salah satu prioritas pembangunan. Infrastruktur yang baik, kata Junaidi, tidak hanya memudahkan aktivitas sehari-hari masyarakat, tetapi juga memiliki keterkaitan erat dengan pertumbuhan ekonomi daerah.
“Infrastruktur yang memadai akan memberikan dampak positif terhadap aktivitas masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” tuturnya.
Di sisi lain, Junaidi turut menyoroti kondisi perekonomian masyarakat yang dinilainya belum sepenuhnya pulih. Persoalan lapangan kerja masih menjadi perhatian, terutama bagi masyarakat yang kesulitan memperoleh pekerjaan.
Ia juga menyinggung kondisi sejumlah perusahaan di beberapa daerah yang menghentikan operasionalnya. Situasi tersebut, menurutnya, turut berdampak terhadap kesempatan kerja dan kondisi ekonomi masyarakat.
Karena itu, Junaidi berharap berbagai aspirasi yang dihimpun melalui reses tidak berhenti pada tahap penyampaian, tetapi dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan kebijakan pembangunan daerah ke depan. (red)







