Hotspot Mulai Bermunculan, Faridawaty Ingatkan Kalteng Jangan Lengah Hadapi Karhutla

Hotspot Mulai Bermunculan, Faridawaty Ingatkan Kalteng Jangan Lengah Hadapi Karhutla
Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Tengah, Faridawaty Darland Atjeh

Palangka Raya, berita4terkini.com – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai kembali membayangi Kalimantan Tengah. Kemunculan sejumlah titik panas (hotspot) di beberapa daerah menjadi sinyal agar seluruh pihak tidak menunggu api membesar sebelum bergerak.

Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Tengah, Faridawaty Darland Atjeh, meminta langkah antisipasi diperkuat sejak dini, terutama di wilayah yang selama ini dikenal rawan karhutla.

Menurut Faridawaty, munculnya sejumlah hotspot harus menjadi perhatian serius. Terlebih, kondisi cuaca dalam beberapa waktu ke depan diperkirakan memasuki periode kemarau yang cukup panjang sehingga potensi kebakaran dapat meningkat.

“Jangan sampai kita lengah. Petugas di lapangan harus tetap siaga dan pencegahan dini harus terus dilakukan, terutama di daerah-daerah yang rawan terjadi karhutla,” kata Faridawaty.

Ia menegaskan, pencegahan tidak boleh hanya dilakukan ketika api sudah muncul. Patroli, pemantauan, dan deteksi dini harus berjalan secara konsisten di seluruh wilayah yang memiliki potensi kebakaran.

Faridawaty mengingatkan, pengalaman beberapa tahun lalu ketika karhutla meluas hingga memicu kabut asap harus menjadi pelajaran penting. Jangan sampai kejadian serupa kembali terulang dan mengganggu kehidupan masyarakat.

Karena itu, ia mendorong agar langkah antisipasi dilakukan secara serentak dan tidak berjalan sendiri-sendiri. Pemerintah daerah bersama TNI/Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), masyarakat peduli api, hingga masyarakat umum perlu memperkuat sinergi di lapangan.

Baca Juga :  Agenda Strategis Hingga Akhir Juli 2026 Ditetapkan Pada Rapat Banmus DPRD Kalteng

“Patroli harus dilakukan secara rutin, pemantauan di wilayah rawan harus berkala, dan ketika ada hotspot yang muncul harus segera ditindaklanjuti agar tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar,” ujar legislator dari Fraksi NasDem DPRD Kalteng tersebut.

Menurutnya, kecepatan respons menjadi salah satu kunci dalam mencegah karhutla meluas. Api yang masih kecil jauh lebih mudah dikendalikan dibandingkan ketika sudah menjalar ke area yang lebih luas.

Di sisi lain, Faridawaty juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Selain berpotensi melanggar ketentuan yang berlaku, praktik tersebut dapat menimbulkan kerugian yang jauh lebih besar jika api tidak terkendali.

Dampaknya pun tidak hanya dirasakan lingkungan. Kabut asap akibat karhutla dapat mengganggu kesehatan masyarakat, menghambat aktivitas sehari-hari, hingga mengganggu berbagai sektor kehidupan.

“Jangan membuka lahan dengan cara membakar. Dampaknya bisa sangat besar, bukan hanya bagi lingkungan, tetapi juga kesehatan dan aktivitas masyarakat,” tegasnya.

Faridawaty berharap seluruh elemen masyarakat memiliki kesadaran yang sama untuk mencegah karhutla sejak dari sumbernya. Sebab, sebelum api berubah menjadi bencana besar, ada satu hal yang masih bisa dilakukan yaitu mencegahnya sejak dini. (MA)