Waterfront City Kapuas Resmi Dibuka, Jadi Wajah Baru Wisata Tepian Sungai Kalteng

Waterfront City Kapuas Resmi Dibuka, Jadi Wajah Baru Wisata Tepian Sungai Kalteng
Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran bersama Pangdam XXII Mayjen TNI Zainul Arifin, Kapolda Irjen Pol Iwan Kurniawan, Bupati Kapuas H.M Wiyatno, dan Bupati Pulang Pisau saat prosesi pemotongan pita di pintu masuk Waterfront City Kapuas. (ist) 

Kuala Kapuas, Berita4terkini.com – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H. Agustiar Sabran meresmikan kawasan Waterfront City Kapuas, Rabu (8/6/2026). Peresmian ditandai dengan prosesi pemotongan pita di pintu masuk kawasan tersebut.

Kawasan yang berada di tepian Sungai Kapuas ini diharapkan menjadi ruang publik baru sekaligus destinasi wisata yang mampu mendorong aktivitas ekonomi masyarakat.

Dalam acara peresmian itu, Agustiar Sabran didampingi Pangdam, Kapolda Kalimantan Tengah, Bupati Kapuas, serta Bupati Pulang Pisau. Sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Gubernur Kalteng mengatakan pembangunan Waterfront City merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas fasilitas publik, memperindah kawasan perkotaan, serta menciptakan ruang yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

Baca Juga :  Plt. Sekda Pimpin Apel Pagi Lingkup Sekretariat Daerah dan Bapperida Kalteng

“Kawasan seperti ini tidak hanya menjadi tempat rekreasi, tetapi juga diharapkan mampu membuka peluang ekonomi bagi pelaku UMKM dan sektor kreatif masyarakat,” ujar Agustiar.

Menurutnya, pengembangan kawasan tepian sungai memiliki potensi besar untuk mendukung sektor pariwisata daerah. Dengan hadirnya Waterfront City Kapuas, pemerintah berharap kawasan tersebut dapat menjadi ikon baru Kabupaten Kapuas.

Selain menjadi ruang terbuka bagi masyarakat, Waterfront City juga diharapkan mampu menarik wisatawan dan meningkatkan perputaran ekonomi lokal.

Pemerintah daerah berharap keberadaan kawasan ini dapat memperkuat daya saing Kabupaten Kapuas serta menjadi salah satu pusat aktivitas masyarakat di Kalimantan Tengah. (red/nn)