Ngaben Massal 51 Jenazah di Kapuas, Wabup Dodo Tekankan Makna Gotong Royong dan Toleransi

Ngaben Massal 51 Jenazah di Kapuas, Wabup Dodo Tekankan Makna Gotong Royong dan Toleransi
Foto: Wakil Bupati Kapuas Dodo SP MA bersama Ketua Panitia Ngaben, Forkopimda, legislator daerah pemilihan setempat, asisten, staf ahli, kepala OPD, camat, Forkopimcam, kepala desa, tokoh agama, dan tokoh masyarakat dalam Upacara Ngaben Massal Banjar Merta di Desa Batu Nindan, Kecamatan Basarang, Kabupaten Kapuas, Selasa (25/8/2026).

Kuala Kapuas, Berita4terkini.com – Sebanyak 51 jenazah dan 31 anak yang mengikuti prosesi Nyekah menjalani rangkaian Upacara Pitra Yadnya atau Ngaben Massal Banjar Merta di Desa Batu Nindan, Kecamatan Basarang, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, Selasa (25/8/2026).

Prosesi pelepasan Bade menjadi salah satu bagian penting dalam upacara keagamaan umat Hindu Bali tersebut. Bade yang menjadi simbol Gunung Meru diarak dalam rangkaian upacara sebelum proses pembakaran jenazah.

Pelepasan Bade dilakukan dengan iringan gamelan Baleganjur. Bade diputar sebanyak tiga kali berlawanan arah jarum jam sebagai simbol perpisahan serta pelepasan ikatan duniawi.

Dalam kepercayaan Hindu Bali, Ngaben merupakan bagian dari Pitra Yadnya yang bertujuan mengembalikan unsur-unsur tubuh manusia kepada alam semesta sekaligus mengantarkan atma menuju kehidupan selanjutnya.

Sebelum prosesi utama, keluarga dan umat Hindu melaksanakan sejumlah tahapan sakral, di antaranya Nyiramin atau penyucian jenazah dan Ngajum Kajang sebagai simbol kemantapan hati.

Pembuatan Bade dan Lembu juga dilakukan secara gotong royong. Lembu dipercaya sebagai kendaraan simbolis bagi roh dalam perjalanan menuju alam berikutnya.

Setelah prosesi pembakaran, abu jenazah selanjutnya dilarung ke perairan yang dianggap suci sebagai bagian dari rangkaian upacara.

Ngaben Massal Banjar Merta mengedepankan semangat Duwenang Sareng atau kebersamaan. Pelaksanaan secara bersama-sama dinilai dapat meringankan beban keluarga sekaligus mempererat solidaritas antarumat.

Prosesi tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Kapuas Dodo SP MA, unsur Forkopimda, anggota legislatif daerah pemilihan setempat, asisten dan staf ahli, kepala organisasi perangkat daerah, camat, unsur Forkopimcam, kepala desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga.

Baca Juga :  Wabup Kapuas Serahkan 6 Naskah Raperda pada Rapur DPRD Kapuas

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Kapuas Dodo mengatakan, upacara keagamaan seperti Ngaben memiliki arti penting, tidak hanya bagi umat Hindu, tetapi juga dalam memperkuat persaudaraan dan semangat gotong royong di tengah masyarakat.

Menurut Dodo, kegiatan keagamaan merupakan bagian dari budaya dan tuntunan agama yang menghubungkan manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa.

“Pemerintah sangat mendukung dan mengapresiasi kegiatan ini. Tujuannya memberikan kebebasan kepada umat beragama untuk menjalankan ibadah sesuai ajaran agama masing-masing serta mewujudkan keharmonisan antarumat beragama,” kata Dodo.

Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Kapuas akan terus mendukung kegiatan keagamaan seluruh umat beragama di daerah tersebut.

Dodo menyebut kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Kapuas selama ini berjalan dengan baik, aman, dan kondusif. Kondisi tersebut, kata dia, perlu dipertahankan bersama.

“Kerukunan yang sudah terjaga ini patut kita pertahankan dengan kebersamaan yang solid demi kelancaran pembangunan di Kapuas,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat menanamkan nilai toleransi, kebersamaan, dan gotong royong kepada generasi muda sebagai penerus pembangunan daerah.

“Nilai-nilai kebersamaan ini perlu kita tanamkan kepada generasi muda agar menjadi bekal mereka dalam melanjutkan pembangunan,” tutup Dodo. (red/NN)