Menjaga Hutan Tetap Aman, Pangdam XXII/Tambun Bungai Cek Kesiapan Posko Karhutla di Palangka Raya

Palangka Raya, Berita4terkini.com – Di tengah ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang selalu menjadi perhatian di Kalimantan Tengah, kesiapan personel menjadi salah satu hal yang terus diperkuat. Panglima Kodam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin meninjau langsung pusat pengendalian operasi karhutla untuk memastikan seluruh unsur siap menghadapi kemungkinan terjadinya kebakaran.
Kunjungan itu dilakukan di Posko Karhutla Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) di Jalan Garuda, Kota Palangka Raya, Kamis, 23 Juli 2026. Pangdam datang bersama Asisten Operasi Kasdam XXII/Tambun Bungai Kolonel Inf Danang Prasetyo Wibowo.
Dalam peninjauan tersebut, Zainul melihat kesiapan personel, peralatan, serta fasilitas pendukung yang digunakan dalam pemantauan dan penanganan karhutla. Baginya, keberadaan posko bukan hanya sebagai pusat koordinasi, tetapi juga menjadi titik penting dalam memastikan setiap informasi kebakaran dapat ditindaklanjuti dengan cepat.
Menurut Zainul, tantangan menghadapi karhutla membutuhkan kerja bersama dari berbagai pihak. Kecepatan merespons, komunikasi yang baik, dan kesiapan di lapangan menjadi faktor yang menentukan agar dampak kebakaran dapat ditekan.
“Kesiapsiagaan, koordinasi, dan respons cepat menjadi kunci agar setiap potensi kebakaran dapat ditangani secara optimal demi melindungi masyarakat dan lingkungan,” kata Zainul.
Ia mengatakan upaya pencegahan harus dilakukan sebelum api membesar. Karena itu, personel yang tergabung dalam penanganan karhutla diminta terus menjaga kesiapan dan meningkatkan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan.
Melalui pengecekan tersebut, Pangdam berharap Posko Karhutla Pusdalops mampu menjalankan fungsinya secara maksimal, mulai dari pemantauan kondisi wilayah, pengolahan informasi, hingga pengendalian operasi ketika terjadi kebakaran.
Kesiapan itu diharapkan dapat membantu pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait dalam menjaga wilayah Kalimantan Tengah dari ancaman karhutla serta mengurangi risiko bagi masyarakat dan lingkungan. (red/mr)







