Mabesad Bekali 315 Mahasiswa UMPR Cegah Karhutla di Kalteng

Palangka Raya, Berita4terkini.com – Tim Penyuluh Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Mabesad memberikan edukasi terkait pencegahan dan penanggulangan karhutla kepada 315 mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR), Kalimantan Tengah.
Penyuluhan tersebut digelar di Aula Utama Kampus I UMPR, Jalan RTA Milono, Palangka Raya, Jumat (4/9/2026), sebagai bagian dari rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB).
Brigjen TNI Zulkifli mengatakan keterlibatan generasi muda menjadi salah satu bagian penting dalam upaya mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
Menurutnya, persoalan karhutla tidak dapat ditangani hanya oleh pemerintah maupun aparat. Kesadaran masyarakat untuk mencegah munculnya titik api juga diperlukan, termasuk di kalangan mahasiswa.
“Kegiatan ini merupakan upaya untuk meningkatkan pemahaman dan kepedulian generasi muda terhadap pencegahan karhutla sekaligus menjaga kelestarian lingkungan,” ujar Zulkifli.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa mendapatkan materi mengenai strategi pencegahan dan penanggulangan karhutla yang disampaikan Brigjen TNI Kris Doni Indriarto.
Sementara itu, Brigjen TNI Eko Putra Hadi Prasetyo memaparkan data dan situasi karhutla di Indonesia, khususnya Kalimantan Tengah, sepanjang 2026.
Materi kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan sesi tanya jawab. Mahasiswa baru UMPR diberi kesempatan menggali informasi mengenai kondisi karhutla serta langkah yang dapat dilakukan masyarakat untuk mengurangi risiko kebakaran.
Sejumlah pejabat TNI hadir dalam kegiatan tersebut, antara lain Brigjen TNI Agustinus Dedy Prasetyo, Brigjen TNI Kris Doni Indriarto, Brigjen TNI Eko Putra Hadi Prasetyo, Kolonel Inf Asrul Kurniawan Harahap, dan Kolonel Inf Ulyses Sondang selaku Pamen Ahli Kodam XXII/Tambun Bungai.
Dari pihak UMPR, kegiatan dihadiri Wakil Rektor III UMPR Apt. Guntur Satrio Pratomo, dosen, serta panitia PKKMB.
Tim Penyuluh Karhutla Mabesad berharap mahasiswa dapat meneruskan informasi yang diperoleh kepada lingkungan sekitar. Mereka didorong menjadi agen edukasi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai bahaya dan pencegahan karhutla.
Keterlibatan mahasiswa dinilai penting karena pencegahan karhutla membutuhkan partisipasi berbagai pihak. Edukasi sejak lingkungan kampus diharapkan dapat membantu menekan potensi kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah. (red/mr)







