Listrik Padam Malah Jadi Awal Kolaborasi, Poly Energy Gandeng PWNU Kalteng Bahas Investasi

Listrik Padam Malah Jadi Awal Kolaborasi, Poly Energy Gandeng PWNU Kalteng Bahas Investasi
Suasana pertemuan PT Poly Energy Stock Indonesia, PT Madina Karya Utama, dan PWNU Kalimantan Tengah di Palangka Raya yang membahas peluang investasi, energi terbarukan, serta pengembangan pendidikan, Sabtu (25/7/2026).

Palangka Raya, Berita4terkini.com – Pemadaman listrik yang terjadi saat agenda silaturahmi PT Poly Energy Stock Indonesia, PT Madina Karya Utama (MadKU), dan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Kalimantan Tengah justru menjadi awal lahirnya berbagai gagasan kolaborasi. Pertemuan yang sedianya digelar di Kantor PWNU Kalteng akhirnya dipindahkan ke Kantor Kalteng Pos, Sabtu (25/7/2026).

Meski lokasi berubah secara mendadak, kegiatan tetap berlangsung lancar. Suasana diskusi bahkan terasa lebih akrab karena seluruh peserta tetap hadir dengan semangat untuk membahas peluang pembangunan di Kalimantan Tengah.

Direktur Utama PT Poly Energy Stock Indonesia, Camelia Eka Susanti, sempat mencairkan suasana dengan menyampaikan candaan terkait padamnya listrik di daerah yang dikenal sebagai salah satu penghasil batu bara terbesar di Indonesia.

Candaan itu mengundang tawa peserta sekaligus menjadi pembuka diskusi mengenai pentingnya diversifikasi energi dan pengembangan energi terbarukan di masa depan.

Pertemuan dipimpin Direktur Utama PT Madina Karya Utama, Hafidzah Munfaati. Hadir pula Komisaris Utama PT Poly Energy Stock Indonesia, Wang Baoan, bersama Camelia Eka Susanti.

Rombongan diterima Ketua Tanfidziyah PWNU Kalimantan Tengah, Dr H.M. Wahyudie F. Dirun, didampingi Rais Syuriah KH Chairuddin Halim, Katib Syuriah KH Abdul Wahid Aha, serta jajaran pengurus PWNU Kalteng.

Dalam pertemuan itu, Wang Baoan menyampaikan komitmen perusahaan untuk menjalin kemitraan jangka panjang dengan Nahdlatul Ulama dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.

Baca Juga :  Monica Putri Rasyid dan Nadhif Kasyfillah Resmi Menikah

Menurutnya, investasi yang disiapkan mencakup berbagai sektor strategis, mulai dari energi terbarukan, pertambangan, infrastruktur, teknologi ketahanan pangan, hingga pendidikan.

Salah satu program yang diperkenalkan ialah pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk kawasan industri maupun pertambangan sebagai bagian dari upaya mendorong transisi menuju energi bersih.

Camelia menambahkan, investasi yang dilakukan perusahaan tidak hanya mengejar keuntungan bisnis, tetapi juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia, membuka lapangan kerja, dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

Ketua Tanfidziyah PWNU Kalteng, Wahyudie F. Dirun, menyambut positif rencana tersebut. Ia berharap investasi yang masuk ke Kalimantan Tengah juga membawa transfer teknologi dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Dalam diskusi, pengurus NU turut mengusulkan pembukaan program studi Teknologi Energi Terbarukan di perguruan tinggi Nahdlatul Ulama. Usulan itu disambut positif oleh Poly Energy yang menyatakan siap menjajaki kerja sama di bidang pendidikan, pelatihan, hingga pertukaran pengetahuan dengan institusi di Tiongkok.

Menutup kegiatan, Hafidzah Munfaati menegaskan bahwa investasi harus mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memberikan dampak nyata bagi pembangunan daerah.

Acara diakhiri dengan penyerahan bantuan kepada ratusan santri dan anak yatim piatu serta menyanyikan lagu Yalal Wathan sebagai simbol semangat persatuan dan cinta Tanah Air. (Red/MR)