Industri Kreatif Kalteng Jangan Jalan di Tempat, Okki Dorong Budaya Lokal Jadi Kekuatan Ekonomi

Palangka Raya, berita4terkini.com – Kekayaan budaya Kalimantan Tengah belum sepenuhnya berubah menjadi kekuatan ekonomi. Di tengah derasnya perkembangan industri kreatif di berbagai daerah, perputaran ekonomi kreatif di Kalteng dinilai masih berjalan lambat.
Anggota DPRD Kalteng, Okki Maulana, mendorong agar kondisi tersebut segera dibenahi. Menurutnya, industri kreatif tidak semata berkaitan dengan karya dan budaya, tetapi juga memiliki potensi besar untuk menggerakkan ekonomi daerah sekaligus membuka sumber-sumber baru Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Ia menilai percepatan sektor ekonomi kreatif harus menjadi perhatian bersama, terutama karena Kalteng memiliki modal budaya dan sumber daya manusia yang kuat.
“Saya sendiri berlatar belakang industri kreatif, Insyaallah saya akan mencoba untuk fokus di komunikasi publik dan industri kreatif. Seperti kita di Kalteng ini sangat kaya akan budaya, mestinya dapat dikembangkan secara baik, karena ini belum pernah dikembangkan,” ujar Okki, Minggu (28/6/2026).
Salah satu pekerjaan rumah yang disorot Okki adalah pengembangan Intellectual Property (IP) atau kekayaan intelektual berbasis identitas lokal. Ia menilai potensi budaya Kalteng tidak cukup hanya dipertahankan sebagai simbol daerah, tetapi harus dikemas menjadi produk kreatif yang memiliki nilai jual dan mampu menembus pasar yang lebih luas.
Menurutnya, pengembangan IP membutuhkan dukungan lintas sektor, terutama dari pemerintah eksekutif. Kolaborasi tersebut dinilai penting agar pelaku industri kreatif tidak berjalan sendiri-sendiri.
“Saya berharap, saya mendapat kesempatan untuk mengembangkan IP yang ada di Kalteng, contohnya seperti Batik kita, dan selain itu Burung Enggang dan Orangutan sendirikan sepertinya sangat identik dengan Kalteng. Jadi, harapannya nanti bisa dikembangkan menjadi IP-IP yang bisa bersaing di nasional,” katanya.
Bagi Okki, burung enggang, orangutan, batik, serta berbagai kekayaan budaya lainnya bukan sekadar identitas daerah. Jika dikembangkan secara serius, seluruh potensi tersebut dapat menjadi wajah Kalteng yang memiliki daya saing sekaligus bernilai ekonomi.
Karena itu, ia juga mendorong generasi muda dan masyarakat umum untuk mulai melihat industri kreatif secara lebih profesional. Kreativitas, menurutnya, harus dibarengi kemampuan mengelola karya, membangun merek, memanfaatkan komunikasi publik, serta membaca peluang pasar nasional hingga internasional.
“Kalteng ini kan kaya akan SDM dan SDA, maka itu lah yang menjadi kekuatan kita bersama, dan harapannya itu juga yang dapat kita manfaatkan bersama sehingga memberikan dampak ekonomi,” imbuhnya.
Okki menegaskan, penguatan industri kreatif tidak bisa dilakukan secara parsial. Dibutuhkan keberanian untuk mengolah kekayaan lokal menjadi karya yang relevan dengan zaman, sekaligus menciptakan ekosistem yang memungkinkan pelaku kreatif tumbuh dan bersaing.
Jika dikelola secara serius, kekayaan budaya Kalteng bukan hanya akan menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga dapat menjadi mesin ekonomi baru yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat. (red)







