Kabut Asap Karhutla Mulai Tercium di Palangka Raya, DPRD Kalteng Minta Warga Antisipasi Sejak Dini

Palangka Raya, berita4terkini.com – Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) Tomy Irawan Diran mendorong masyarakat melakukan antisipasi sejak dini terhadap dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang mulai terjadi di sejumlah wilayah.
Hal tersebut disampaikan Tomy kepada awak media di halaman Kantor DPRD Kalimantan Tengah, Senin sore (27/7/2026).
Tomy mengatakan, langkah antisipasi perlu dilakukan sejak awal untuk mencegah masyarakat terpapar asap Karhutla. Salah satunya melalui pengadaan masker serta imbauan kepada masyarakat agar tetap menjaga pola hidup sehat secara teratur.
“Antisipasi sejak dini bisa melalui pengadaan masker dan selalu memberikan imbauan untuk menjaga pola hidup sehat secara teratur,” ujar Tomy.
Tomy mengaku cukup terkejut dengan kondisi udara di Kota Palangka Raya dan daerah sekitarnya. Sebab, dalam beberapa waktu sebelumnya kondisi cuaca masih terpantau aman, namun pada Senin (27/7/2026) aroma asap mulai tercium di sejumlah wilayah.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tanda bahwa masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kabut asap yang ditimbulkan oleh Karhutla, terlebih saat musim kemarau berlangsung.
Tomy juga menyebut kebakaran hutan dan lahan saat ini tidak hanya terjadi pada lahan milik perorangan. Kebakaran juga telah terjadi di kawasan hutan gambut di sejumlah daerah yang masih memiliki hamparan lahan gambut cukup luas.
“Karhutla saat ini tidak hanya berasal dari wilayah lahan perorangan, tetapi juga sudah terjadi di wilayah hutan gambut di sejumlah daerah yang mayoritas masih memiliki lahan gambut cukup luas,” katanya.
Legislator Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRD Kalimantan Tengah tersebut mengajak masyarakat, bukan hanya di Kota Palangka Raya tetapi juga di seluruh wilayah Kalimantan Tengah, untuk meningkatkan kewaspadaan selama kabut asap mulai muncul.
Tomy mengimbau masyarakat yang tidak memiliki kepentingan mendesak agar tidak keluar rumah terlebih dahulu. Namun, apabila harus beraktivitas di luar ruangan, masyarakat diharapkan menggunakan masker sebagai salah satu upaya mengurangi risiko terpapar asap.
Selain itu, masyarakat juga dianjurkan menyediakan air purifier untuk membantu menjaga kualitas udara di dalam rumah tetap bersih. Menurut Tomy, menjaga kondisi tubuh juga penting dilakukan dengan rutin mengonsumsi vitamin agar stamina tetap terjaga selama musim kemarau dan saat kabut asap mulai terjadi.
“Kalau tidak berkepentingan, jangan keluar rumah terlebih dahulu. Kalau memang perlu keluar rumah, diharapkan menggunakan masker, menyediakan air purifier untuk menjaga kondisi udara di dalam rumah tetap bersih, serta rutin mengonsumsi vitamin agar stamina tubuh selalu terjaga,” pungkasnya. (MA)






