DPRD Ingatkan Persiapan Napak Tilas Tumbang Anoi Jangan Berhenti Diatas Kertas

Kuala Kurun, Berita4trkini.com – Komisi III DPRD Kabupaten Gunung Mas (Gumas) mendukung berbagai persiapan yang dilaksanakan oleh pemerintah kabupaten (pemkab) setempat, dalam rencana pelaksanaan Napak Tilas Penjanjian Damai Tumbang Anoi tahun 2028, yang merupakan agenda dua tahunan daerah, serta jadi salah satu program unggulan Tambun Bungai Bermartabat.
“Kami sangat mendukung. Tapi kami juga ingatkan agar seluruh rencana besar tersebut tidak berhenti sebagai konsep di atas kertas, namun diwujudkan melalui kerja nyata, pembangunan infrastruktur terukur serta keberpihakan terhadap masyarakat desa,” ujar Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Gumas Iceu Purnamasari, Rabu (15/7/2026).
Dia menyampaikan, Napak Tilas Perjanjian Damai Tumbang Anoi itu bukan hanya sekadar agenda peringatan sejarah, tetapi merupakan momentum strategis untuk bisa mengangkat martabat budaya Dayak, sekaligus percepat pembangunan wilayah pedalaman Kabupaten Gumas.
“Napak Tilas Tumbang Anoi merupakan momentum sejarah yang harus menjadi pintu masuk percepatan pembangunan, penguatan identitas budaya Dayak, peningkatan ekonomi masyarakat, pengembangan sektor pariwisata berbasis kearifan lokal,” tegasnya.
Dia menilai, langkah pemkab membentuk Steering Committee dan Organizing Committee merupakan keputusan yang tepat. Namun, seluruh tahapannya harus disertai target yang jelas, jadwal yang terukur serta pengawasan yang ketat, agar setiap program terlaksana sesuai rencana.
“Kami siap mengawal seluruh proses persiapan, terutama yang berkaitan dengan pembangunan infrastruktur, fasilitas publik, akses jalan, jaringan listrik, telekomunikasi, hingga sarana pendukung pariwisata yang menjadi kebutuhan utama kegiatan itu,” jelasnya.
Politisi Partai Golkar ini mengatakan, keberhasilan Napak Tilas Perjanjian Damai Tumbang Anoi akan diukur bukan hanya dari kemeriahan acara, tapi dari manfaat jangka panjang yang dirasakan masyarakat setempat.
“Jangan sampai setelah kegiatan tersebut selesai, masyarakat kembali tidak merasakan dampaknya. Justru yang harus diwariskan adalah infrastruktur lebih baik, ekonomi masyarakat tumbuh, UMKM berkembang dan budaya Dayak semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional,” terangnya.
Dia juga mengapresiasi rencana pemkab yang akan melibatkan masyarakat desa dalam hal penyediaan homestay, promosi produk unggulan daerah hingga penguatan ketahanan pangan di desa. Keterlibatan masyarakat menjadi kunci agar manfaat ekonomi dirasakan secara langsung.
“Tentunya kami akan memberikan dukungan sesuai kewenangan. Namun kami juga akan menjalankan fungsi pengawasan secara maksimal, agar seluruh perencanaan bisa direalisasikan,” ujarnya.
Dia berharap seluruh perangkat daerah bisa bekerja secara terpadu dan tidak berjalan sendiri. Sinergi lintas sektor dinilai akan menjadi faktor penentu keberhasilan mewujudkan Tumbang Anoi sebagai destinasi wisata sejarah dan budaya unggulan di Provinsi Kalteng.
“Kami berharap tahun 2028 nanti dunia tidak hanya mengenal Tumbang Anoi sebagai lokasi perjanjian damai bersejarah, akan tetapi juga sebagai kawasan budaya yang maju, tertata dan menjadi kebanggaan masyarakat Dayak serta Kabupaten Gumas,” harap Iceu.
Dia juga mendukung rencana menjadikan Betang Damang Batu sebagai Cagar Budaya Nasional. Status itu akan menjadi kebanggaan masyarakat Dayak, serta membuka peluang besar masuknya dukungan pemerintah pusat bagi pembangunan kawasan bersejarah tersebut.
“Kalau target cagar budaya nasional, maka semua persyaratan harus dipenuhi sejak sekarang, mulai dari infrastruktur, penataan kawasan, fasilitas pendukung, hingga pelestarian nilai sejarah harus dipersiapkan. Jangan menunggu mendekati tahun 2028 baru bergerak,” pungkasnya. (red/mr)







