Tekankan Peran Mahasiswa di Tengah Masyarakat, ATR/BPN Siapkan Taruna STPN Hadapi KKN Tematik 2025

Sleman, Berita4terkini.com – Menjelang pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata Pertanahan–Praktik Tata Laksana Pertanahan (KKNP-PTLP) 2025, Biro Hubungan Masyarakat dan Protokol Kementerian ATR/BPN memberikan pembekalan khusus kepada Taruna/i Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN), Rabu (04/02/2026).
Pembekalan yang berlangsung di Pendopo STPN Sleman tersebut difokuskan pada penguatan komunikasi publik, seiring peran strategis mahasiswa dalam menyosialisasikan program pemutakhiran data digital sertipikat tanah lama kepada masyarakat. Kepala Bagian PMHAL Biro Humas dan Protokol ATR/BPN, Bagas Agung Wibowo, menyampaikan bahwa mahasiswa KKN menjadi ujung tombak negara dalam memastikan hak atas tanah masyarakat terlindungi di era digital.
Ia menjelaskan, sertipikat tanah lama tetap memiliki kekuatan hukum, namun membutuhkan pemutakhiran data agar sesuai dengan kondisi faktual dan sistem pertanahan digital saat ini. Oleh karena itu, kehadiran Taruna/i STPN di lapangan bukan sekadar menjalankan tugas akademik, melainkan membantu masyarakat memahami manfaat program pemerintah.
Sebanyak 619 Taruna/i STPN akan diterjunkan ke empat wilayah, yaitu DIY, Jawa Tengah, Aceh, dan Sumatera Utara. Untuk wilayah yang rawan bencana seperti Aceh dan Sumatera Utara, KKN diarahkan pada kegiatan restorasi dan penataan ulang data pertanahan akibat dampak bencana hidrometeorologi.
Selain melibatkan mahasiswa, program ini juga dilaksanakan secara kolaboratif bersama pemerintah daerah dan perangkat desa setempat. Sinergi tersebut diharapkan mampu memperkuat keakuratan data pertanahan sekaligus membangun kepercayaan masyarakat terhadap layanan pertanahan nasional.
Dalam pembekalan tersebut, peserta juga diperkenalkan pada strategi penyampaian informasi melalui media sosial. Hasil kegiatan KKN nantinya akan dikemas dalam konten komunikasi publik agar capaian program dapat diketahui masyarakat luas. Kegiatan KKNP-PTLP sendiri akan berlangsung selama 85 hari, dimulai pada 9 Februari 2026. (red/foto:ist)







