Kabut Asap Makin Parah, Ini Kata Ketua DPW TAB Kalteng

Palangka Raya, Berita4terkini.com – Kabut asap pekat yang menyelimuti Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, pada Rabu (14/10/2026). saat ini menimbulkan kekhawatiran, karena jarak pandang hanya sekitar 50 meter, sementara kualitas udara telah mencapai kategori berbahaya.
Berdasarkan informasi yang beredar, konsentrasi partikel halus PM2.5 dilaporkan mencapai 2.052,2 mikrogram per meter kubik (µg/m³). Angka tersebut disebut meningkat sekitar 200 µg/m³ dibandingkan pengukuran pukul 11.30 WIB.
Jika angka tersebut terkonfirmasi, kondisi ini menunjukkan tingkat pencemaran udara yang sangat serius dan berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat, terutama anak-anak, lansia, ibu hamil, serta orang dengan gangguan pernapasan.
Menyikapi hal tersebut, Ketua Tameng Adat Borneo Kalteng, H. Sairullah mengungkapkan bahwa, kondisi kabut asap yang kian hari makin parah akan berdampak terhadap kesehatan masyarakat, terutama pada pernafasan.
”Kabut asap makin parah hal ini tentu berdampak kepada masyarakat setempat, terhadap kesehatan, ini menjadi persoalan kita semua tidak hanya pemerintah saja,” ujar Haji Usai Panggilan akrabnya.
Dia juga menambahkan, khususnya kepada masyarakat kota Palangka Raya agar selalu menggunakan masker saat melakukan aktifitas dan tetap menjaga kesehatan, mengingat kondisi saat ini akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kabut asap kian hari bertambah parah,, semoga dalam waktu dekat kondisi ini akan segera pulih.
”Akibat kebakaran hutan dan lahan, kabut asap di kota Palangka Raya semakin tambah parah, saya berharap, kondisi saat ini, akan segera pulih kembali, “Tutup H. Sairullah.
Selaku ketua DPW. TAB Kalteng sekaligus pelaku UMKM dan industri rumahan, dirinya ia menambahkan sangat merasakan efek yang signifikan terhadap daya beli masyarakat kota Palangka Raya, pasalnya kabut asap tersebut menurutnya sangat menggangu sekali terhadap industri rumahan. dimana pendapatan yang biasanya normal dengan kondisi kabut asap saat ini pendapat menurun drastis dari biasanya,” ungkap H. Sairullah. (MR)







