DPRD Gunung Mas Dorong Perbaikan Jalan Kota Kuala Kurun Masuk Prioritas Anggaran 2027

Kuala Kurun, Berita4terkini.com – Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Gunung Mas, Herbert Y Asin, mengatakan perbaikan ruas jalan di dalam Kota Kuala Kurun akan menjadi salah satu program yang diperjuangkan dalam penyusunan anggaran tahun 2027.
Menurut Herbert, sejumlah ruas jalan di pusat kota kini mengalami kerusakan dan memerlukan pengaspalan ulang karena usia jalan yang sudah cukup lama.
“Kami pastikan bahwa perbaikan jalan dalam kota menjadi salah satu program prioritas pada tahun 2027,” kata Herbert, Senin (29/6/2026).
Ia menyebut beberapa ruas yang membutuhkan perhatian, di antaranya Jalan Diponegoro, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Brigjen Katamso, serta sejumlah jalan lainnya di kawasan Kota Kuala Kurun.
Namun, keterbatasan anggaran membuat pemerintah daerah saat ini baru mampu melakukan penanganan sementara melalui penambalan lubang dengan sistem swakelola.
“Untuk saat ini, kemampuan pemerintah masih sebatas melakukan penambalan pada titik-titik jalan yang rusak,” ujarnya.
Herbert mengatakan DPRD memahami harapan masyarakat agar jalan dalam kota segera diperbaiki. Akan tetapi, berbagai program pembangunan daerah ikut terdampak penyesuaian anggaran yang dilakukan untuk mendukung program prioritas pemerintah pusat.
Karena itu, pihaknya berharap ruang fiskal pemerintah daerah pada tahun depan dapat lebih mendukung pembangunan infrastruktur, khususnya perbaikan jalan perkotaan.
“Kami berharap setelah melihat arah kebijakan APBN tahun depan, perbaikan jalan kota bisa menjadi prioritas. Hal itu akan terus kami perjuangkan agar masyarakat merasakan manfaat pembangunan yang lebih merata,” katanya.
Selain kondisi jalan di ibu kota kabupaten, Herbert juga menyoroti kerusakan infrastruktur di wilayah Zona III yang meliputi Kecamatan Tewah, Kahayan Hulu Utara, Damang Batu, dan Miri Manasa.
Menurut dia, selain banyak ruas jalan kabupaten yang mengalami kerusakan, sejumlah jembatan kayu di kawasan tersebut juga mulai mengkhawatirkan akibat tingginya aktivitas kendaraan pengangkut hasil usaha masyarakat dengan muatan yang cukup berat.
Berdasarkan hasil peninjauan lapangan bersama pemerintah kecamatan dan Dinas Pekerjaan Umum, kendala yang dihadapi bukan hanya keterbatasan anggaran, tetapi juga sulitnya memperoleh bahan baku kayu untuk perbaikan jembatan.
“Ini menjadi tantangan yang harus segera dicarikan solusi agar akses masyarakat tidak terganggu,” ucapnya.
Herbert menambahkan, kebijakan efisiensi anggaran dalam dua tahun terakhir turut memengaruhi pelaksanaan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Gunung Mas.
Sebagai langkah antisipasi, DPRD bersama Pemerintah Kabupaten Gunung Mas telah mendukung pengadaan alat berat pada 2025 dan 2026. Kebijakan tersebut diharapkan dapat menekan biaya pemeliharaan sekaligus mempercepat penanganan kerusakan jalan dan jembatan di berbagai wilayah. (mr)







