Mudik Tetap Nyaman, Urusan Tanah Bisa Dipantau dari Rumah Lewat Aplikasi Digital

Jakarta, Berita4terkini.com – Momen mudik Lebaran tidak lagi menjadi penghalang bagi masyarakat untuk memantau proses pengurusan tanah. Kini, tanpa harus datang langsung ke Kantor Pertanahan (Kantah), masyarakat dapat mengakses informasi pemberkasan secara praktis melalui aplikasi digital yang tersedia di ponsel.
Layanan berbasis teknologi ini memungkinkan pengguna mengetahui perkembangan dokumen yang sedang diproses secara real-time. Meski demikian, pemanfaatannya masih belum merata. Sebagian masyarakat masih memilih datang langsung ke kantor hanya untuk memastikan status berkas mereka.
Padahal, aplikasi digital dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) telah lama dirancang untuk memberikan kemudahan. Tidak hanya untuk memantau proses administrasi, aplikasi ini juga menyediakan fitur pengecekan data tanah hingga verifikasi keaslian sertipikat elektronik.
Melalui integrasi sistem digital, masyarakat kini dapat memastikan apakah suatu sertipikat valid atau tidak, tanpa perlu melalui proses manual yang memakan waktu. Hal ini menjadi langkah penting dalam meningkatkan transparansi dan keamanan transaksi pertanahan.
Pengalaman positif dirasakan oleh banyak pengguna baru. Salah satunya warga Jakarta Barat yang mengaku sangat terbantu dengan layanan ini. Ia tidak lagi perlu bolak-balik ke kantor pertanahan hanya untuk mengecek progres dokumen. Cukup dengan membuka aplikasi, seluruh informasi dapat diakses dengan cepat, termasuk notifikasi saat berkas telah selesai diproses.
Menurutnya, kehadiran layanan digital ini mampu menghemat waktu, tenaga, serta biaya. Ia bahkan menyesal baru mengetahui kemudahan tersebut sekarang.
Transformasi digital yang dilakukan ATR/BPN menunjukkan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas layanan publik. Dengan memanfaatkan teknologi, masyarakat kini dapat mengurus dan memantau layanan pertanahan secara lebih efisien, transparan, dan fleksibel—bahkan saat sedang berada di kampung halaman.
Ke depan, diharapkan semakin banyak masyarakat yang beralih ke layanan digital agar proses administrasi menjadi lebih sederhana dan tidak lagi bergantung pada kehadiran fisik di kantor. (Red/foto:ist)







