Pimpin Evakuasi Kru Heli Jatuh di Sungai Barito, Kapolres Barsel Turun Langsung ke Lokasi

Setelah sekitar enam jam melakukan pencarian dan evakuasi bersama tim gabungan, warga, serta nelayan setempat, satu kru helikopter bernama Yayan Supyansuri akhirnya ditemukan. Namun, kru yang bertugas sebagai Helicopter Landing Officer (HLO) tersebut ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Korban ditemukan sekitar pukul 17.30 WIB di dalam badan helikopter yang jatuh ke sungai.
Proses evakuasi jenazah dilakukan menggunakan speedboat menuju Puskesmas Jenamas. Perjalanan melalui jalur sungai tersebut memerlukan waktu sekitar 30 menit.
“Setelah mendapat informasi dari masyarakat, kami bersama anggota menuju ke lokasi kejadian. Bersama warga masyarakat dan nelayan, upaya evakuasi dan pengamanan di lokasi dilakukan. Selama enam jam melakukan evakuasi dan penanganan, satu korban berhasil diangkat dari dalam helikopter,” kata Eko melalui pesan seluler, Minggu malam.
Eko menjelaskan, dalam kecelakaan tersebut terdapat tiga orang kru. Dua kru lainnya berhasil selamat, yakni Hugh Andrew John Page, warga negara Selandia Baru yang bertugas sebagai pilot, serta John Betterridge, warga negara Australia yang merupakan kopilot.
Kedua kru yang selamat telah dievakuasi menggunakan helikopter Fly Bali menuju RSAU Syamsudin Noor, Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Sementara itu, jenazah Yayan dibawa ke Puskesmas Jenamas untuk menjalani pemeriksaan medis dan visum sebelum diserahkan kepada pihak keluarga dan perwakilan perusahaan.
Menurut Eko, jenazah korban rencananya akan dibawa ke Banjarmasin dan selanjutnya ke Jakarta pada Senin (9/11/2026).
Helikopter Super Puma H225 tersebut sebelumnya menjalankan misi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Helikopter bertolak dari Lanud Syamsudin Noor, Kalimantan Selatan, untuk melaksanakan misi pemadaman di wilayah Sawaja, Kecamatan Candi Laras Utara, Kabupaten Tapin.
Dalam operasi tersebut, helikopter juga melakukan pengambilan air atau water bombing di wilayah Kecamatan Jenamas, Kabupaten Barito Selatan.
Namun, sekitar pukul 11.30 WIB, saat melakukan pengambilan air di Sungai Barito, helikopter mengalami insiden hingga jatuh ke sungai.
Peristiwa tersebut mengundang perhatian warga sekitar. Helikopter yang berada di tengah sungai kemudian berhasil ditarik ke tepian menggunakan kapal tugboat.
Eko mengatakan, badan helikopter yang telah diamankan dan dipasangi garis polisi di lokasi kejadian rencananya akan dievakuasi pada Senin.
Proses tersebut akan dilakukan dengan berkoordinasi bersama Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan instansi penerbangan terkait.
Langkah itu diperlukan untuk mendukung penyelidikan lebih lanjut guna mengetahui penyebab kecelakaan.
Eko juga menyampaikan apresiasi kepada warga, nelayan, dan seluruh pihak yang membantu proses pencarian serta evakuasi korban.
“Kami juga berterima kasih kepada warga masyarakat yang membantu dan menyampaikan informasi sehingga proses penanganan dan evakuasi berjalan lancar,” tuturnya. (red)







