Kecelakaan Lalu Lintas di Kalteng Menurun, 61 Orang Meninggal dalam Tiga Bulan

Kecelakaan Lalu Lintas di Kalteng Menurun, 61 Orang Meninggal dalam Tiga Bulan
Direktur Lalu Lintas Polda Kalteng Kombes Pol Yusep Dwi Prasetiya.

Palangka Raya, Berita4terkini.com – Sebanyak 61 orang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas di Kalimantan Tengah sepanjang Juli hingga September 2026. Meski jumlah kecelakaan menurun dibandingkan tiga bulan sebelumnya, angka korban meninggal dan luka-luka masih menjadi perhatian kepolisian.

Direktorat Lalu Lintas Polda Kalimantan Tengah mencatat 300 kejadian kecelakaan selama triwulan III 2026. Dari peristiwa tersebut, sebanyak 33 orang mengalami luka berat dan 354 orang lainnya mengalami luka ringan.

“Pada triwulan III 2026, tercatat 300 kejadian kecelakaan lalu lintas dengan korban meninggal dunia 61 orang, luka berat 33 orang dan luka ringan sebanyak 354 orang,” kata Direktur Lalu Lintas Polda Kalteng Komisaris Besar Yusep Dwi Prasetiya, mewakili Kapolda Inspektur Jenderal Iwan Kurniawan, Kamis, 8 Oktober 2026.

Jumlah kecelakaan tersebut turun lima kasus dibandingkan triwulan II 2026 yang mencapai 305 kejadian. Korban meninggal dunia juga berkurang satu orang dari sebelumnya 62 orang. Adapun jumlah korban luka ringan turun dari 399 menjadi 354 orang.

Namun, penurunan itu belum terjadi pada seluruh kategori korban. Jumlah korban luka berat justru meningkat dari 25 orang pada April hingga Juni menjadi 33 orang pada Juli hingga September 2026.

Kerugian materiil akibat kecelakaan lalu lintas juga mengalami penurunan. Pada triwulan III, nilainya mencapai Rp808,07 juta, lebih rendah dibandingkan triwulan II yang tercatat sebesar Rp1,26 miliar.

Baca Juga :  Jaksa Agung Burhanuddin Hadiri Perayaan Natal 2024

Yusep mengatakan penurunan jumlah kecelakaan dan sejumlah kategori korban tidak berarti masyarakat dapat mengabaikan keselamatan saat berkendara. Kepatuhan terhadap aturan lalu lintas, penggunaan perlengkapan keselamatan, dan kondisi kendaraan tetap menjadi faktor penting untuk mencegah kecelakaan.

Ia mengimbau pengendara menjaga kecepatan, mempertahankan jarak aman, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi jalan dan pengguna jalan lainnya.

Selain faktor tersebut, Yusep mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai kabut asap yang dapat mengurangi jarak pandang di jalan. Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan, terutama ketika pengendara tidak dapat melihat kendaraan atau hambatan di depannya dengan jelas.

“Pengendara kami imbau selalu mematuhi aturan lalu lintas, serta waspada terhadap kondisi kabut asap yang saat ini menurunkan jarak pandang. Kami juga meminta pengendara untuk menghidupkan lampu utama untuk mencegah kecelakaan lalu lintas,” ujarnya.

Di tengah penurunan angka kecelakaan, keselamatan di jalan raya masih membutuhkan perhatian bersama. Kepatuhan pengendara, kewaspadaan terhadap kondisi lingkungan, dan penggunaan perlengkapan keselamatan menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko kecelakaan serta mencegah bertambahnya korban jiwa. (red)