Kalaksa BPBD Kalteng Sampaikan Bahaya Karhutla Tahun Ini Diperkirakan Lebih Tinggi dari Tahun 2025 dan 2024

Palangka Raya, berita4terkini.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menggelar kegiatan Diseminasi Prediksi Musim Kemarau Tahun 2026 di wilayah Kalimantan Tengah secara daring melalui Zoom Meeting, Senin (9/3/2026).
Pada kesempatan tersebut, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Provinsi Kalteng Ahmad Toyib menyampaikan sejumlah catatan penting terkait potensi karhutla tahun 2026.
Ia menegaskan bahwa tingkat bahaya karhutla pada tahun ini diperkirakan lebih tinggi dibandingkan tahun 2025 dan 2024.
Hal tersebut dipengaruhi oleh musim kemarau yang diprediksi datang lebih awal, dimulai pada akhir Mei 2026 dengan kondisi yang lebih kering, sifat hujan di bawah normal, serta durasi musim kemarau yang diperkirakan berlangsung lebih panjang hingga sekitar lima bulan.
“Selain itu, terdapat potensi terjadinya fenomena El Nino lemah mulai Juni 2026 yang dapat meningkatkan risiko karhutla di wilayah Kalimantan Tengah,” katanya.
Namun demikian, ia menilai pengalaman beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa upaya pengendalian karhutla dapat berjalan dengan baik berkat sinergi seluruh pihak.
Keberhasilan pengendalian saat menghadapi fenomena El Nino moderat pada tahun 2023 menjadi salah satu contoh bahwa penguatan program dan kegiatan rutin serta ketepatan pelaksanaan operasi di lapangan melalui deteksi dini dan pemadaman dini mampu menekan dampak karhutla.
Menurutnya, program dan kegiatan pengendalian karhutla yang telah dialokasikan dalam anggaran rutin masing-masing instansi menjadi modal awal dalam upaya penanganan tahun 2026, termasuk melalui penetapan Status Keadaan Darurat Karhutla sesuai ketentuan yang berlaku guna memperkuat langkah pengendalian dan penanggulangan di lapangan. (MA)







