Remaja Tenggelam di Sungai Bulik Ditemukan Tim SAR pada Hari Kedua Pencarian

Remaja Tenggelam di Sungai Bulik Ditemukan Tim SAR pada Hari Kedua Pencarian
Suasana Evakuasi korban tenggelam oleh Tim SAR Gabungan, Rabu (19/03). (ist)

Nanga Bulik, Berita4terkini.com – Upaya pencarian terhadap seorang remaja yang dilaporkan tenggelam di Sungai Bulik, Desa Sungkup, Kabupaten Lamandau, akhirnya membuahkan hasil. Tim SAR gabungan menemukan korban, Kristian Rio Ekatama (14), dalam kondisi meninggal dunia pada Kamis pagi (19/03/2026), setelah dua hari dilakukan pencarian intensif.

Peristiwa nahas tersebut terjadi pada Rabu pagi (18/03/2026). Saat itu, korban diketahui tengah mandi di sungai bersama sejumlah rekannya. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, korban sempat melompat dari sebuah batu di tepi sungai. Namun diduga kehilangan pijakan, ia tergelincir dan langsung terseret arus hingga tenggelam.

Warga setempat yang mengetahui kejadian tersebut sempat melakukan pencarian secara manual di sekitar lokasi. Namun karena derasnya arus sungai dan keterbatasan peralatan, korban tidak berhasil ditemukan. Pihak keluarga kemudian melaporkan kejadian ini kepada aparat setempat untuk penanganan lebih lanjut.

Memasuki hari kedua pencarian, Tim SAR gabungan mulai melakukan penyisiran sejak pagi hari. Koordinator lapangan dari Basarnas, Fajar, menjelaskan bahwa korban akhirnya ditemukan tidak jauh dari lokasi awal kejadian.

Baca Juga :  Suriansyah Halim: Kasus Penggelapan Mobil Berlarut, Terlapor Jadi DPO

“Sekitar pukul 06.40 WIB, korban berhasil ditemukan pada jarak kurang lebih 500 meter dari titik awal tenggelam dalam kondisi meninggal dunia,” ujarnya.

Setelah ditemukan, jenazah korban segera dievakuasi oleh tim gabungan dan dibawa ke rumah duka di Desa Sungkup untuk diserahkan kepada pihak keluarga.

Kepala Kantor SAR Palangka Raya, AA Ketut Alit Supartana, menyampaikan bahwa keberhasilan operasi ini merupakan hasil kerja sama solid seluruh unsur yang terlibat. Ia juga memastikan bahwa operasi berjalan dengan lancar meskipun menghadapi sejumlah kendala di lapangan.

“Seluruh tim bekerja maksimal sejak hari pertama. Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi dinyatakan selesai dan ditutup,” ungkapnya.

Operasi pencarian ini melibatkan berbagai unsur, di antaranya Tim Rescue Pos SAR Pangkalan Bun, BPBD Kabupaten Lamandau, Polsek Bulik Timur, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Desa Sungkup, perangkat desa, serta dukungan aktif dari masyarakat dan keluarga korban.

Pihak SAR juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam proses pencarian hingga korban berhasil ditemukan. (red)

You cannot copy content of this page