Sahli Darliansyah : Pentingnya Pemahaman dan Pengamalan Nilai-nilai Pancasila di Era Digital

Sahli Darliansyah : Pentingnya Pemahaman dan Pengamalan Nilai-nilai Pancasila di Era Digital
Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Darliansyah saat memberikan sambutannya. (foto : Ist)

Palangka Raya, berita4terkini.com – Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Darliansyah secara resmi membuka kegiatan Gema Pancasila tahun 2026 dengan tema “Dari Nilai ke Aksi Nyata” yang berlangsung di Aula Eka Hapakat Lantai III Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Senin (2/2/2026).

Tampak hadir pada kegiatan ini, Analis Kebijakan Ahli Pertama Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum (Polpum) Kementerian Dalam Negeri RI, Timoteus Olong, Penanggung Jawab Tim Kerja Penghayatan dan Pengamalan Pancasila Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintah Umum Aulia Zuhdi, Plt. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Kalimantan Tengah Muhamad Rusan, Kepala OPD Terkait, serta pelajar dan guru pendamping dari 15 sekolah SMA/sederajat di Kota Palangka Raya.

Dalam sambutannya, Darliansyah menekankan pentingnya pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Pancasila, terutama di era digital yang penuh tantangan.

Darliansyah menjelaskan bahwa kegiatan Gema Pancasila merupakan momentum strategis untuk menguatkan penghayatan nilai-nilai Pancasila.

“Pancasila tidak cukup dipahami secara konseptual, tetapi harus diwujudkan dalam perilaku dan tindakan nyata di lingkungan keluarga, pendidikan, masyarakat, serta ruang digital,” ungkapnya.

Dengan perkembangan teknologi informasi, penguatan nilai-nilai Pancasila perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk menjaga ketahanan ideologi bangsa.

“Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa harus terus diperkuat agar tidak tergerus oleh masuknya paham-paham yang bertentangan dengan jati diri bangsa,” tutur Darliansyah.

Darliansyah menyampaikan bahwa Kalimantan Tengah sebagai daerah yang majemuk memiliki kekuatan besar dalam menjaga persatuan dan kerukunan. Keberagaman suku, agama, budaya, dan adat istiadat menjadi modal sosial yang perlu terus dijaga melalui pengamalan nilai-nilai Pancasila.

Baca Juga :  Pangdam XXII Mayjen TNI Zainul Tekankan Disiplin dan Loyalitas Prajurit

“Falsafah Huma Betang dan Belom Bahadat menjadi wujud nyata pengamalan nilai-nilai Pancasila di Kalimantan Tengah dalam menjaga persatuan dan kerukunan,” pungkas Darliansyah.

Sementara itu, Analis Kebijakan Ahli Pertama Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum (Polpum) Kementerian Dalam Negeri RI, Timoteus Olong, menyampaikan bahwa kegiatan Gema Pancasila Tahun 2026 dilaksanakan sebagai upaya strategis untuk menjawab tantangan globalisasi, pesatnya perkembangan teknologi informasi, serta pengaruh budaya asing terhadap pola pikir dan sikap generasi muda.

“Kegiatan Gema Pancasila adalah upaya untuk menjawab tantangan globalisasi, perkembangan teknologi informasi, serta pengaruh budaya asing yang berdampak pada melemahnya nasionalisme dan pemahaman generasi muda terhadap Pancasila,” jelas Timoteus.

Timoteus menambahkan bahwa kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Pancasila serta karakter kebangsaan peserta menuju Indonesia Emas 2045.

“Kegiatan ini diharapkan menumbuhkan pemahaman nilai-nilai Pancasila sekaligus memperkuat karakter kebangsaan yang menjunjung gotong royong, toleransi, dan cinta tanah air,” ujar Timoteus.

Melalui kegiatan Gema Pancasila Tahun 2026, diharapkan nilai-nilai Pancasila semakin tertanam dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di kalangan generasi muda, guna memperkuat persatuan, karakter kebangsaan, dan semangat cinta tanah air di Bumi Tambun Bungai. (MA)